Total 17.400 Rumah Rusak Akibat Ratusan Gempa Lombok

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 Agustus 2018 | 18:23 WIB
Total 17.400 Rumah Rusak Akibat Ratusan Gempa Lombok
Gempa susulan di Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merusak sejumlah rumah dan tiga orang menjadi korban. (Foto: Twitter/@Sutopo_PN)

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Willem Rampangilei mengatakan proses pendataan dan verifikasi kerusakan rumah warga akibat gempa Lombok saat ini mencapai 17.400 unit.

Proses pendataan dan verifikasi tersebut dilakukan oleh tim yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota TNI dan Polri, serta didampingi oleh pemerintah kabupaten dan kota setempat.

"Jadi sekarang ini kita melakukan pendataan dan verifikasi, sudah mencapai 17.400, jumlah akhirnya berapa tidak tahu. Tapi kita akan terus melakukan ini secepatnya agar pemulihan ini dapat dilakukan dengan baik," kata Willem usai mengikuti rapat koordinasi penanganan gempa NTB di Kantor Wapres Jakarta, Senin (27/8/2018).

Mekanisme pendataannya dilakukan dengan menerjunkan langsung tim verifikator untuk mencatat kerusakan menjadi tiga kategori: rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Selanjutnya, ketentuan jumlah kerusakan berdasarkan tiga kategori tersebut akan dikeluarkan melalui surat keputusan bupati dan wali kota, untuk kemudian diajukan kepada Kementerian Keuangan guna pencairan dana bantuan rekonstruksi.

"Akuntabilitasnya, rumah yang rusak didatan. Setelah didata harus diverifikasi oleh tim, di mana tim ini terdiri dari K/L terkait. Setelah diverifikasi, maka rumah itu di-SK-kan oleh bupati. Setelah verifikasi, BNPB akan mengajukan kepada Menkeu tentang uangnya," jelas Willem.

Rumah dengan kategori rusak berat akan mendapat dana bantuan sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Untuk mempercepat proses rekonstruksi rumah, BNPB akan memberikan dana bantuan masing-masing Rp10 juta, sambil menunggu proses verifikasi terhadap 17.400 unit rumah rusak tersebut selesai. Sementara itu, BNPB telah membagikan dana bantuan perbaikan rumah rusak untuk 6.190 unit.

"Jadi langsung saja akan kita bagikan Rp10 juta semua, sehingga dengan Rp10 juta itu masyarakat bisa langsung membeli bahan bangunan. Kalau perintahnya, kita mulai pembangunan itu 1 September," ujarnya. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengungsi Gempa Lombok Kekurangan Kakus

Pengungsi Gempa Lombok Kekurangan Kakus

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:18 WIB

Bangun Lombok, Kementerian PUPR Butuh 2.000 Mahasiswa Teknik

Bangun Lombok, Kementerian PUPR Butuh 2.000 Mahasiswa Teknik

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 16:14 WIB

TGB Menghadap Wapres, Rakor Khusus Gempa Lombok

TGB Menghadap Wapres, Rakor Khusus Gempa Lombok

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 15:48 WIB

Anak-anak Belum Bisa Bersekolah Pasca Sebulan Gempa Lombok

Anak-anak Belum Bisa Bersekolah Pasca Sebulan Gempa Lombok

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 12:03 WIB

Di Luar Urusan Berlaga, Rider MotoGP Kompak Soal Gempa Lombok

Di Luar Urusan Berlaga, Rider MotoGP Kompak Soal Gempa Lombok

Sport | Minggu, 26 Agustus 2018 | 14:45 WIB

Terkini

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:56 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:43 WIB

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:32 WIB

×