Anak-anak Belum Bisa Bersekolah Pasca Sebulan Gempa Lombok

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 Agustus 2018 | 12:03 WIB
Anak-anak Belum Bisa Bersekolah Pasca Sebulan Gempa Lombok
Gempa susulan di Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merusak sejumlah rumah dan tiga orang menjadi korban. (Foto: Twitter/@Sutopo_PN)

Suara.com - Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Sudenom menyebutkan hingga pekan keempat atau sebulan pasca gempa Lombok yang melanda daerah ini, proses belajar-mengajar di sekolah khususnya tingkat SD dan SMP belum bisa aktif.

"Ini sudah masuk minggu keempat pascagempa bumi. Namun aktivitas sekolah masih relatif sepi," katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (27/8/2018).

Setelah isu tentang tsunami dan gempa Lombok pada 26 Agustus tidak terbukti, Senin ini ada beberapa sekolah yang siswanya mulai masuk, tetapi jumlahnya sangat kecil. Bahkan, jika melihat angka kehadiran siswa pada beberapa sekolah baik tingkat SD maupun SMP, masih di bawah 50 persen dan kegiatan tetap dilakukan di luar ruangan.

Sejauh ini, Sudenon belum dapat memprediksi sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Namun pihaknya juga tidak bisa memaksakan siswa termasuk para guru untuk masuk sekolah.

Pasalnya, kondisi psikologi anak-anak masih belum siap, begitu juga dengan orang tua mereka serta para tenaga pengajar.

"Sampai sekarang masih banyak orang tua yang membawa anaknya mengungsi, termasuk para guru dan itu bisa dimaklumi karena sangat manusiawi," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Sudenom, pihaknya belum dapat mengeluarkan instruksi kepada sekolah untuk segera masuk dan melakukan proses belajar-mengajar seperti biasa.

"Tetapi, apabila sampai besok kondisi sudah lebih aman dan baik diharapkan siswa bisa kembali ke sekolah pada hari Rabu (29/8/2018), dengan tetap melaksanakan kegiatan pemulihan trauma," katanya.

Lebih jauh, Sudenom mengatakan, meskipun siswa belum bisa secara penuh masuk sekolah, namun jajaran sekolah rata-rata sudah melakukan berbagai instruksi dari kepala daerah yang meminta agar sekolah melakukan penataan di sekolah masing-masing.

baca juga

Penataan yang dimaksudkan adalah, apabila ada bagian dari sekolah yang mengalami retak-retak sedikit dan bisa ditangani sekolah harus segera diperbaiki.

Begitu juga jika ada tiang yang bengkok, kaca pecah serta alat-alat yang berubah akibat getaran gempa bumi segera dikembalikan seperti semula.

"Tujuannya, agar hal-hal itu tidak mengingatkan kembali anak-anak terhadap bencana gempa yang terjadi," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Luar Urusan Berlaga, Rider MotoGP Kompak Soal Gempa Lombok

Di Luar Urusan Berlaga, Rider MotoGP Kompak Soal Gempa Lombok

Sport | Minggu, 26 Agustus 2018 | 14:45 WIB

Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 563 Jiwa, 71.937 Rumah Rusak

Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 563 Jiwa, 71.937 Rumah Rusak

News | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 15:24 WIB

Mensos Diganti, Tak Ganggu Rehabilitasi Korban Gempa Lombok

Mensos Diganti, Tak Ganggu Rehabilitasi Korban Gempa Lombok

News | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 14:05 WIB

Inpres Ditandatangani, Penanganan Gempa Lombok Lebih Intens

Inpres Ditandatangani, Penanganan Gempa Lombok Lebih Intens

News | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 09:00 WIB

Ruang Prioritas Ibu Pasca Melahirkan di Lombok Masih Minim

Ruang Prioritas Ibu Pasca Melahirkan di Lombok Masih Minim

News | Jum'at, 24 Agustus 2018 | 22:52 WIB

Terkini

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

7 Tips GEO agar Konten Dikutip Platform AI: Perhatikan Struktur hingga Kredibilitas

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:56 WIB

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:55 WIB

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, Tak Uji KIR Selama 6 Tahun

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:53 WIB

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Tantang Selangor FC di Final Singa Cup 2026, Wakil Indonesia Bawa Misi Balas Dendam

Bola | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

PSI Tuding AHY Nafsu Gantikan Gibran, Andi Arief: Kami Pilih Jalur Kompetisi

News | Senin, 02 November 2026 | 19:51 WIB

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Aksi Boikot Raffi Ahmad: Menyoal Efektivitas Cancel Culture di Media Sosial

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:50 WIB

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Transformasi Holding BUMN Asuransi Tak Hanya Fokus Bisnis

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 19:48 WIB

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

Ferry Boboho Lapor soal Kasus Harvey Moeis, Febrie Adriansyah: Nggak Usah Ikut Campur

News | Senin, 02 November 2026 | 19:37 WIB

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Bima Sena Bongkar Momen Paling Effort di Prekuel Film 5cm: Revolusi Hati

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 19:36 WIB

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:35 WIB

×