Misterius! Tanah di Lombok Bergoyang dan Keluarkan Aroma Wangi

Reza Gunadha

Kamis, 30 Agustus 2018 | 20:16 WIB
Misterius! Tanah di Lombok Bergoyang dan Keluarkan Aroma Wangi
Para warga Dasan Sepang Desa Teruwai Kecamatan Pujut saat mendatangi lokasi tempat adanya lumpur yang menghebohkan warga setempat, Selasa (28/8/2018). [Lombokita]

Suara.com - Kejadian unik dan langka terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yakni sepetak tanah sawah milik Amaq Ida mendadak bergoyang dan mengeluarkan aroma wangi.

Petak tanah sawah yang menghebohkan tersebut berada di Dasan Sepang, Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Fenomena langka dan unik ini menimbulkan beragam penafsiran terkait keberadaan lumpur bergoyang itu.

Menurut penuturan pemilik sawah, Amaq Ida, kejadian menghebohkan itu kali pertama disaksikan warga bernama Bambang Suryanto (45) yang sedang menebang pohon bambu di sekitar tempat kejadian, Senin (27/8) sekitar pukul 06.00 WITA.

”Saat menebang bambu, tanah tiba-tiba bergoyang dan mengeluarkan aroma yang cukup wangi itu,” kata Bambang seperti diberitakan Lombokita—jaringan Suara.com, Kamis (30/8/2018).

Keterkejutan Bambang tak hanya sampai di situ. Setelah tanah bergoyang dan mencium bau wangi, tiba-tiba muncul air sehingga membuat kubangan lumpur. Alhasil, aroma wangi itu kian semerbak. Padahal di sekitar tempat itu sedang kering dan jauh dari sumber mata air.

“Saya mencoba menancapkan pohon bambu di tanah kubangan lumpur itu, kedalamannya sekitar 12 meter,” ucap Bambang ketika diwawancara wartawan di sekitar lokasi kejadian.

Fenomena langka itu diberitahukan kepada warga lainnya, sehingga mereka berbondong-bondong untuk menyaksikan kejadian aneh itu dan menjadi tontonan gratis. Bahkan, warga dari desa lain berdatangan.

Aparat Kepolisian Sektor Pujut segera memasang garis polisi untuk menghindari hal-hal buruk setelah kemunculan kubangan lumpur.

baca juga

Kapolsek Pujut AKP Ketut Putrawan menjelaskan, kejadian aneh yang menghebohkan warga tersebut menjadi kerumunan warga setiap hari, sehingga harus diberikan jarak aman.

“Sekitar kubangan lumpur itu struktur tanahnya juga terasa lembek dan sedikit bergoyang ketika diinjak,  sehingga dipasangkan garis polisi untuk menjaga kemungkinan hal-hal lain yang bisa saja terjadi. Kami belum mengetahui itu pertanda apa dan bagaimana setelahnya,” kata Kapolsek Pujut.

Kapolsek Pujut AKP Ketut Putrawan juga belum bisa memastikan, apakah lumpur dan aroma wangi itu mengandung unsur kimia berbahaya atau tidak.

“Kami juga tidak melihat adanya letupan-letupan gas atau semburan lumpur di lokasi kejadian,” tandasnya.

Berita ini kali pertama diterbitkan Lombokita.com dengan judul ”Fenomena Unik, Tanah Bergoyang Mengeluarkan Aroma Wangi Muncul di Lombok”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Tak Mau Pulang, Jemaah Haji Asal NTB Kabur di Mekah

Diduga Tak Mau Pulang, Jemaah Haji Asal NTB Kabur di Mekah

News | Kamis, 30 Agustus 2018 | 16:08 WIB

Gempa Lombok, BNPB Taksir Kerugian Capai Rp8,8 Triliun

Gempa Lombok, BNPB Taksir Kerugian Capai Rp8,8 Triliun

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:45 WIB

Pengungsi Gempa Lombok Kekurangan Kakus

Pengungsi Gempa Lombok Kekurangan Kakus

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:18 WIB

Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 563 Jiwa, 71.937 Rumah Rusak

Korban Tewas Gempa Lombok Jadi 563 Jiwa, 71.937 Rumah Rusak

News | Sabtu, 25 Agustus 2018 | 15:24 WIB

Terkini

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

×