Inovasi Rumah Tahan Gempa Sandwich Akan Dibangun di Lombok

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 31 Agustus 2018 | 12:43 WIB
Inovasi Rumah Tahan Gempa Sandwich Akan Dibangun di Lombok
Sejumlah kendaraan melintas di dekat runtuhan rumah warga pascagempa, di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Suara.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan membawa teknologi rumah tahan gempa yang dikembangkan berbahan komposit sandwich ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rumah ini diklaim mampu meminimalisir gempa.

Direktur Pusat Teknologi Material BPPT Mahendra Anggaravidya di Jakarta, Jumat, mengatakan Pusat Teknologi Material (PTM) membuat inovasi rumah ini dengan konstruksi dan materialnya ramah terhadap gempa.

"Rumah ini disusun per panel, kalaupun roboh tidak mencelakai penghuni. Karena material ringan yang terbuat dari komposit sandwich, kalaupun ada yang jatuh menimpa berat panel hanya dua kilogram (kg) saja jadi tidak begitu berbahaya," katanya.

Posisi rumah ini ia menjelaskan disambung dalam ikatan yang utuh, jadi ketika terkena beban gempa, sambungan tersebut tidak tercerai berai, atau tidak terjadi roboh.

"Bahannya sandwich panel buatan BPPT yang bermitra dengan industri lokal. Dalam hal ini BPPT berperan dalam memformulasikan bahan komposit, lalu menyusun desain dan di produksi massal oleh industri lokal, jadi hampir 80 persen TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri)," ujarnya.

Dari uji simulasi beban gempa menunjukkan, setelah Simulasi Percepatan 2,28 G dalam frekuensi 0,1-10 Hz dengan metode (spectrum) serta kombinasi beban mati, hidup dan angin. Hasil simulasi dan analisis struktur menggunakan SAP2000, menunjukkan struktur tetap aman dengan kombinasi frame dan sandwich.

Meski ini sifatnya simulasi, PTM BPPT tengah membuat permodelan bertipe 21 dan 36 rencananya untuk dibawa ke Lombok. Pembangunan rumah komposit ini membutuhkan waktu satu minggu per unit, lanjut Mahendra.

Untuk itu kata Mahendra, dibutuhkan sinergi dari pemangku kepentingan seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk segera dipasang di Lombok. Hal ini penting untuk membuktikan bahwa model rumah tersebut memang kokoh dan layak huni di wilayah gempa.

"Selain itu juga kami inginkan ada dukungan khusus yang sifatnya pendanaan, khususnya untuk memperbanyak jumlah unit yang akan dijadikan bantuan," ujar dia.

Menurut Mahendra, satu unit rumah dirinci olehnya, membutuhkan anggaran sekitar Rp40 jutaan untuk rumah komposit tipe 21. Sedangkan untuk tipe 36 akan menghabiskan dana Rp70 jutaan per unitnya.

"Selain kedua tipe tersebut, kami juga bisa membuat ukuran yang di kustom dengan biaya per meter dua jutaan. Bisa untuk ukuran besar untuk pembuatan fasilitas umum seperti Puskesmas atau tempat ibadah," urainya.

Intinya, kata Mahendra, pihaknya yakin bahwa rumah komposit ini harusnya dapat menjadi model untuk diterapkan di wilayah rawan gempa.

"Rumah komposit inovasi BPPT ini patut menjadi perhatian pemangku kepentingan. Agar dapat di perbanyak di wilayah rawan gempa di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Sebagai informasi unit rumah komposit inovasi BPPT ini sudah dipasang dan serah terima di Pemkot Bogor, di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai mitra adalah BPBD Kota Bogor, yang bertujuan untuk memiliki wilayah tanggap bencana dalam bentuk hunian sementara, yakni dua unit rumah tipe 3 x 4 dan 5 x 6.

"Saat ini rumah tersebut masih kokoh dan difungsikan sebagai fasilitas umum oleh pemerintah setempat," ujar Mahendra. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berikan Bantuan Langsung, d'Masiv Terbang ke Lombok Hari Ini

Berikan Bantuan Langsung, d'Masiv Terbang ke Lombok Hari Ini

Entertainment | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 12:25 WIB

Ilmuwan ITB Inovasi Ciptakan Desa Tahan Gempa

Ilmuwan ITB Inovasi Ciptakan Desa Tahan Gempa

News | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 12:05 WIB

Final Estafet Asian Games, Fokus Zohri Terbelah, Ini Penyebabnya

Final Estafet Asian Games, Fokus Zohri Terbelah, Ini Penyebabnya

Sport | Kamis, 30 Agustus 2018 | 11:31 WIB

Gempa Lombok, BNPB Taksir Kerugian Capai Rp8,8 Triliun

Gempa Lombok, BNPB Taksir Kerugian Capai Rp8,8 Triliun

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:45 WIB

Pengungsi Gempa Lombok Kekurangan Kakus

Pengungsi Gempa Lombok Kekurangan Kakus

News | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:18 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB