Jalan Kaki ke Jakarta, 3 Pemuda Banten Ini Tagih Janji Jokowi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 13 September 2018 | 14:14 WIB
Jalan Kaki ke Jakarta, 3 Pemuda Banten Ini Tagih Janji Jokowi
Presiden NKRI Joko Widodo memaparkan insentif di sektor otomotif [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Suara.com - Sebanyak tiga pemuda berjalan kaki menuju Istana Negara, Jakarta Pusat. Perjalanan Rahmat Hidayat, Abdul Rosid, dan Rizki dimulai dari Kota Serang, Rabu (12/9/2018) kemarin. Jarak dari Serang ke Jakarta 100 km.

Aksi ketiganya bertujuan menagih janji yang disampaikan Jokowi - Jusuf Kalla saat kampanye Pilpres 2014. Mereka menilai, di akhir masa jabatan, banyak janji Jokowi yang belum juga dipenuhi.

Tujuan ketiga pemuda yang akan menagih janji Jokowi juga ditegaskan pada sebuah karton bertuliskan ‘Tiga Pemuda Banten Jemput Janji Jokowi-JK’ yang dibentangkan sambil berjalan kaki.

“Janji tetaplah janji. Rakyat Indonesia tidak ingin Jokowi memberikan harapan palsu, seperti saat berjanji untuk tidak maju dalam Pilpres saat terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta,” kata Rahmat.

Salah satu janji yang tak dipenuhi Jokowi ujar Rahmat adalah terkait dengan persoalan ekonomi, di mana melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Masih ingatkah saat beberapa tahun lalu, Presiden kita yang baru terpilih berkata bahwa setelah September tahun itu ekonomi akan meroket, dan rupiah akan menguat, tapi ketika terpilih malah sebaliknya,” ujarnya.

Rahmat menegaskan, aksinya bersama kedua rekannya murni untuk menagih janji.

“Kami menilai Jokowi-JK gagal dalam menjalankan kepemimpinannya,” ujarnya.

Janji lain yang juga dinilai tidak ditepati Jokowi terkait dengan kenaikan harga BBM. Rahmat menyebut, selama kepemimpinan Jokowi, sudah enam kali perubahan harga BBM.

“Pada November 2014 harga BBM naik kemudian turun pada Januari 2015. Harga BBM kembali turun pada pertengahan Januari 2015, tapi di awal Maret 2015 harga kembali naik. Di penghujung Maret 2015, harga BBM naik lagi pada pertengahan Desember 2016, harga BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Dexlite kembali dinaikkan,” bebernya.

Janji Jokowi yang akan menciptakan 10 juta lapangan kerja juga menjadi sorotan. Faktanya kata Rosid, Jokowi justru mempermudah Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja di Indonesia.

“Hal itu membuat tenaga kerja Indonesia semakin kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan karena harus bersaing dengan pekerja asing,” jelasnya.

Artikel ini sebelumnya dimuat oleh BantenHits.com yang merupakan jaringan Suara.com dengan judul: Jalan Kaki ke Istana, 3 Pemuda Banten Jemput Janji Jokowi-JK

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TKN Jokowi Yakin Yenny Wahid Ogah Jadi Timses Prabowo

TKN Jokowi Yakin Yenny Wahid Ogah Jadi Timses Prabowo

News | Kamis, 13 September 2018 | 13:42 WIB

Didukung Ansor, Politisi PDIP Luncurkan #2019TetapPancasila

Didukung Ansor, Politisi PDIP Luncurkan #2019TetapPancasila

News | Kamis, 13 September 2018 | 13:35 WIB

Nursaka, Bocah Lintasi 2 Negara Demi Sekolah Dapat Sepeda Jokowi

Nursaka, Bocah Lintasi 2 Negara Demi Sekolah Dapat Sepeda Jokowi

News | Kamis, 13 September 2018 | 13:19 WIB

Tanggapi Pernyataan Farhat Abbas, Prabowo: Aku Masuk Neraka Dong

Tanggapi Pernyataan Farhat Abbas, Prabowo: Aku Masuk Neraka Dong

News | Kamis, 13 September 2018 | 09:28 WIB

Hari Ini Sandiaga Bakal Ungkap Alasan Erick Thohir Dukung Jokowi

Hari Ini Sandiaga Bakal Ungkap Alasan Erick Thohir Dukung Jokowi

News | Kamis, 13 September 2018 | 08:30 WIB

Terkini

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?

Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:08 WIB

Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:53 WIB

NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan

NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:45 WIB

Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati

Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:44 WIB

PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi

PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:42 WIB

Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air

Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:36 WIB

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:32 WIB

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:24 WIB

Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!

Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:20 WIB