16 Ribu Polisi dan Tentara Siaga Selama Pilpres di Jakarta

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 24 September 2018 | 13:34 WIB
16 Ribu Polisi dan Tentara Siaga Selama Pilpres di Jakarta
Kapolda Metro Jaya Inspekur Jenderal Idham Azis. (Suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Sebanyak 16 ribu personel gabungan dari unsur TNI dan Polri akan dikerahkan untuk mengamankan selama penyelenggaraan Pilpres 2019 di Jakarta. Masalah keamanan yang dibahas terkait Pilpres 2019 yakni mengantisipasi adanya aksi kejahatan termasuk terorime.

Kapolda Metro Jaya Inspekur Jenderal Idham Azis menyampaikan ada pasukan cadangan dari Mabes Polri disiapkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan di Jakarta selama pelaksanaan Pilpres berlangsung.

"2/3 dari kekuatan kita. Kurang lebih Polda Metro Jaya itu 16 ribuan bersama dengan teman-teman TNI. Itu juga tentu kita melihat situasi kalau nanti kekurangan kita lapor ke Mabes Polri, mungkin nanti kita backup oleh pasukam cadangan dari Mabes Polri," kata Idham usai menghadiri acara video conference di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (24/9/2018).

"Yang paling kita antisipasi adalah pertama menyangkut masalah terorisme, kedua masalah kejahatan-kejahatan yang bisa menggangu situasi kamtibmas di Jakarta," katanya.

Dikatakan Idham, masalah lain yang turut dibahas dalam vidcon bersama intansi terkait Kemendagri, Mabes Polri, Pemprov DKI dan KPU adalah soal kampanye hitam dan penyebaran hoax di media sosial.

"Ketiga, karena sudah masuk masa kampanye, yang kita antisipasi kampanye hitam, hoax yang bisa membuat situasi masyarakat jadi terpecah," ucapnya.

Guna menangkal maraknya hoax dan kampanye hitam, kata Idham, Mabes Polri sudah membentuk tim khusus yang tergabung dalam Satuan Tugas Nusantara.

"Namun secara komprehensif Mabes Polri sudah membentuk yang namanya Satgas Nusantara. Kita juga bagian dari Satgas Nusantara. Untuk melakukan deteksi dini terhadap medsos yang mengarah kepada hoax maupun kampanye hitam," katanya.

Dia pun berharap situasi keamanan di Jakarta selama penyelenggaran Pilpres 2019 ini bisa berlangsung kondusif seperti pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 yang berlangsung damai, aman dan lancar.

"Pengamanan yang kita lakukan, toh sebenarnya sudah bisa kita lakukan waktu Pilkada DKI. Alhamdulillah aman dan terkendali," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menristekdikti Sebut E-Voting Bisa untuk Pemilihan Umum

Menristekdikti Sebut E-Voting Bisa untuk Pemilihan Umum

News | Senin, 24 September 2018 | 03:00 WIB

Prabowo dan Sandiaga Bingung SBY Tiba-tiba Hilang di Monas

Prabowo dan Sandiaga Bingung SBY Tiba-tiba Hilang di Monas

News | Minggu, 23 September 2018 | 20:58 WIB

Prabowo ke Tim Pemenangan : Jangan Ada yang Berbuat Salah

Prabowo ke Tim Pemenangan : Jangan Ada yang Berbuat Salah

News | Minggu, 23 September 2018 | 20:42 WIB

Terkini

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB