Survei: Ijtimak Ulama II Pengaruhi Dukungan ke Prabowo - Sandiaga

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 27 September 2018 | 20:13 WIB
Survei: Ijtimak Ulama II Pengaruhi Dukungan ke Prabowo - Sandiaga
Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto saat tiba di acara kampanye damai di Monas, Minggu (23/9/2018). (Suara.com/Chintya Sami Bhayangkara)

Suara.com - Hasil rapat Ijtimak Ulama II mempengaruhi dukungan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Prabowo Subianto -Sandiaga Uno dengan dua permintaan segmen yang berbeda, yakni permintaan Indonesia menjadi dunia Timur Tengah atau negara Islam dan Indonesia harus kukuh dengan Pancasila

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei yang melibatkan 1.200 responden. Dari 1.200 responden itu sebanyak 12,5 persen menginginkan Indonesia sama dengan negara-negara di Timur Tengah. Dari 12,5 persen itu kemudian dijadikan sebuah survei kembali untuk masing-masing pasangan capres - cawapres. 

Untuk kubu Prabowo-Sandiaga, di bulan September 2018 sebanyak 50 persen responden mendukung Indonesia mengikuti seperti negara Islam Timur Tengah. Ada kenaikan sebesar 11,2 persen dari bulan Agustus 2018 yang hanya sebesar 38,8 persen. 

"Dukungan dari segmen yang ingin Indonesia seperti Timur Tengah terhadap Prabowo-Sandiaga meningkat," ujar peneliti senior LSI, Ardian Sopa di Gedung Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (27/9/2018). 

Sedangkan di kubu Jokowi - Maruf Amin malah menurun. Di bulan Agustus 2018, yang menginginkan Indonesia harus seperti negara Timur Tengah sebesar 43,5 persen. Kemudian di bulan September 2018 menurun menjadi 35,7 persen. 

Pemandangan berbeda terlihat pada kategori permintaan Indonesia harus khas dengan Pancasila. Di kubu Prabowo-Sandiaga permintaan itu justru menurun sebesar 0,6 persen. Di bulan September 2018 presentase menunjukkan sebanyak 29,8 persen menginginkan Indonesia tetap nasionalis. Sedangkan di bulan Agustus 2018 sebesar 30,4 persen. 

Namun meningkat justru ada di kubu Jokowi - Maruf Amin. Di bulan Agustus 2018 sebanyak 54,2 persen responden menginginkan Indonesia tetap berkukuh pada Pancasila. Kemudian presentase itu meningkat 0,6 persen di bulan September 2018 menjadi 54,8 persen. 

Tidak ada perubahan presentase responden dari Agustus 2018 dan September 2018 yang tidak menjawab ataupun merahasiakan pilihannya yakni sebanyak 15,4 persen. 

Survei dilakukan sejak 14 sampai 22 September 2018 dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Potensi kesalahan atau margin of error dari survei ini kurang lebih sebesar 2,9 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDIP Ungkap Alasan Megawati Marah Kwik Kian Gie Dukung Prabowo

PDIP Ungkap Alasan Megawati Marah Kwik Kian Gie Dukung Prabowo

News | Kamis, 27 September 2018 | 17:55 WIB

Prabowo dan Jokowi Sama-sama Untung Usai Ijtimak Ulama II

Prabowo dan Jokowi Sama-sama Untung Usai Ijtimak Ulama II

News | Kamis, 27 September 2018 | 16:33 WIB

Unggul di Survei, Tim Jokowi Kumpulkan Suara Hingga ke Kecamatan

Unggul di Survei, Tim Jokowi Kumpulkan Suara Hingga ke Kecamatan

News | Kamis, 27 September 2018 | 14:27 WIB

Politisi Hanura Ngaku Diteror, Ruhut Paham Rekam Jejak Prabowo

Politisi Hanura Ngaku Diteror, Ruhut Paham Rekam Jejak Prabowo

News | Kamis, 27 September 2018 | 12:48 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB