Cara Gubernur BI Kembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:01 WIB
Cara Gubernur BI Kembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia agak lambat. Menurut Perry, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan perekonomian secara umum. Ekonomi syariah tak hanya soal keuangan syariah, tapi juga industri dan produk-produk halal.

Menurut dia, komitmen dari semua pihak sangat dibutuhkan, baik dari pemerintah maupun pelaku usaha. Sebab pengembangan ekonomi syariah sudah menjadi agenda global.

"Apakah kita punya komitmen yang kuat? Tentang komitmen di bawah kabinet Presiden Jokowi, beliau dukung sistem keuangan ekonomi syariah dan tujuan baik untuk akselerasi tujuan pembangunan ekonomi syariah. Ini juga salah satu komitmen dari level pemerintahan," kata Perry dalam acara 'Halal Lifestyle Conference and Business Matching 2018', di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018).

Oleh sebab itu, Perry mengungkapkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Kunci pertama yakni dukungan penuh pemerintah. Perry memastikan syarat tersebut terpenuhi karena Presiden Joko Widodo pendukung penuh pertumbuhan ekonomi syariah.

“Harus ada dukungan semua pihak agar semua program ekonomi syariah bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Kedua lanjut Perry adalah promosi dan edukasi terhadap masyarakat serta pelaku usaha harus terus digalakkan sehingga potensi pengembangan ekonomi syariah Indonesia yang sangat besar dapat berjalan baik.

"Kampanyekan, promosikan, suarakan halal ekonomi dan juga keuangan syariah dan gaya hidup. Ini bisa digunakan untuk mencapai agenda global. Saya minta anda terapkan ini di-share dibagikan, kampanyekan ke keluarga, saudara, anak dan siapa pun," ujarnya.

Terakhir, yang belum terwujud dan menjadi rencana ke depan yakni melakukan strategi nasional. Perry mengatakan, pihak terkait dari kementerian dan lembaga akan dikumpulkan untuk merumuskan strategi agar program-program ekonomi syariah terintegrasi dan sinergis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bareskrim Geledah Kantor SNP Terkait Kasus Pembobolan 14 Bank

Bareskrim Geledah Kantor SNP Terkait Kasus Pembobolan 14 Bank

News | Rabu, 26 September 2018 | 02:06 WIB

DPR Berharap Perry Warjiyo Perbaiki Rupiah yang Anjlok

DPR Berharap Perry Warjiyo Perbaiki Rupiah yang Anjlok

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 21:01 WIB

Mengenal Sosok Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Baru

Mengenal Sosok Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Baru

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 12:25 WIB

Perry Warjiyo Hari Ini Dilantik Gantikan Agus Martowardojo

Perry Warjiyo Hari Ini Dilantik Gantikan Agus Martowardojo

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 08:47 WIB

Terkini

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 23:03 WIB

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:27 WIB

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:43 WIB

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:14 WIB

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:12 WIB

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB