Rizieq Dukung Prabowo: Ijtima Ulama Jalankan Siasat Syariah

Minggu, 16 September 2018 | 18:32 WIB
Rizieq Dukung Prabowo: Ijtima Ulama Jalankan Siasat Syariah
Pimpinan FPI, Rizieq Shihab bersama istri dan anak-anaknya tampil dalam sebuah video YouTube, Jumat (14/6/2018). Ia mengklaim telah menerima SP3 dari kepolisian dalam kasus pornografi yang melibatan nama Virza Husein. [YouTube/Front TV]

Suara.com - Pimpinan FPI, Rizieq Shihab menegaskan kelompok pemuka agama Islam yang tergabung dalam kelompok Ijtima Ulama II tengah menjalankan siasat syariah untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Rizieq Shihab ingin kemenangan Prabowo - Sandiaga berkah.

Hal itu dia katakan dalam sebuah rekaman yang diperdengarkan di rapat Ijtima Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Rizieq Shihab mengklaim keputusan Ijtima Ulama ini juga sudah mempertimbangkan dari segala aspek termasuk agama. Hal ini dilakukan untuk menepis tudingan permainan isu SARA sebagai alat untuk memenangkan pasangan yang didukung.

"Ijtimak ulama pertama merekomendasikan bapak Prabowo Subianto sebagai capres dengan pertimbangan yang sangat matang begitu juga pada awalnya tatkala ijtima ulama pertama merekomendasikan cawapres ulama juga dengan pertimbangan yang super matang, bukan pertimbangan politik identitas SARA sebagaimana difitnahkan segelintir orang yang Islam phobia," kata Rizieq.

"Ijtima ulama tidak pernah memaksakan cawapres ulama karena Ijtima ulama tidak sedang menjalankan politik transaksional akan tetapi ijtima ulama sedang menjalankan siasat syariah yaitu politik negara yang tunduk kepada aturan syariat dan konstitusi dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat," lanjutnya.

Rizieq juga menegaskan bentuk dukungan yang diberikan kepada Prabowo-Sandiaga bukan semata-mata agar para ulama bisa mendapatkan kekuasan.

"Ingat rekomendasi ijtimak ulama pertama tentang cawapres ulama semata-mata hanya ingin yang terbaik bagi agama bangsa dan negara, agar mendapat ridho Allah subhanahu wa ta'ala bukan karena ijtima tamak atau rakus kepada kekuasaan, sekali-kali tidak demikian. Karenanya ijtimak ulama tetap realistis dan para ulama selalu mengedepankan musyawarah dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan. Sehingga digelarlah ijtima ulama kedua saat ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI