Kota Palu Diguncang Gempa, Pembuat Peti Jenazah Banjir Pesanan

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:35 WIB
Kota Palu Diguncang Gempa, Pembuat Peti Jenazah Banjir Pesanan
Marks mengaku antara bahagia dan sedih karena banyak menerima pesanan peti jenazah usai peristiwa gempa Palu. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala dan sekitarnya di Sulawesi Tengah meninggalkan banyak cerita bagi warganya. Salah satunya adalah Marks (58). Ia tak pernah menyangka, usaha pembuatan peti jenazah miliknya bakal seramai saat ini.

Iya, pembuat peti jenazah itu kini tengah sibuk melayani banyaknya pesanan peti jenazah. Peti-peti itu dipesan untuk para korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu. Saking banyaknya pesanan, Marks mengaku sampai kehabisan bahan baku.

Meski ramai pesanan, Marks mengaku sedih dan berharap kejadian tersebut tak terulang di masa yang akan datang. Demi alasan kemanusian, Marks tetap melayani pemesanan peti jenazah meski sempat merasa panik ketika gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang pada Jumat (28/9) lalu.

"Memang pada saat gempa kita panik, tapi tetap stand by, jalan terus beroperasi walaupun goncangan kaya gimana tetap kita operasi," kata Marks saat ditemui di bengkel peti jenazah milikinya di Jalan Maluku, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018).

Para pembuat peti jenazah di Kota Palu kini banjir pesanan. (Suara.com/Muhammad Yasir)
Para pembuat peti jenazah di Kota Palu kini banjir pesanan. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Menurut dia, peti-peti jenazah itu dipesan untuk dikirim ke Makasar dan Manado. Bahkan, satu hari pascagempa, ia langsung mendapat pesanan untuk dikirim ke Poso.

"Kemarin sudah ada yang di kirim ke Poso pas peristiwa, besoknya langsung ada yang pesan. Yang penting kalau sarana terbuka tetap kita bawa lari," ujar dia.

Meski senang banyak menerima pesanan, Marks tidak bisa menutupi kesedihannya karena begitu banyak korban jiwa akibat gempa dan tsunami. Dia sengaja tetap beroperasi demi alasan kemanusiaan membantu keluarga korban yang menbutuhkan peti jenazah.

Ia juga mengaku tetap menjual peti jenazahnya dengan harga normal seperti biasanya. Dia tak ingin mengambil keuntungan di tengah bencana. Untuk satu uni peti jenazah mewah dihargai Rp 7 juta. Sedangkan peti jenazah biasa sebesar Rp 2,5 juta.

Sejak gempa melanda Palu dan sekitarnya, total Marks telah menjual 27 unit peti jenazah. Dan kini ia sedang kehabisan bahan baku.

baca juga

"Tujuh peti mewah, kalau sekarang juga kita kehabisan bahan baku habis semua. Paling bahan sisa-sisa kita pakai," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Kelima Gempa Palu: 1.407 Orang Meninggal Dunia

Hari Kelima Gempa Palu: 1.407 Orang Meninggal Dunia

News | Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:22 WIB

Menkominfo: Jaringan Komunikasi di Palu Baru Pulih 15 Persen

Menkominfo: Jaringan Komunikasi di Palu Baru Pulih 15 Persen

News | Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:17 WIB

Nginap Bareng Atlet Paralayang, Riyadi Hilang di Hotel Roa Roa

Nginap Bareng Atlet Paralayang, Riyadi Hilang di Hotel Roa Roa

News | Rabu, 03 Oktober 2018 | 14:06 WIB

Geologi ESDM: Hoaks, Palu Akan Tenggelam Pasca Gempa dan Tsunami

Geologi ESDM: Hoaks, Palu Akan Tenggelam Pasca Gempa dan Tsunami

News | Rabu, 03 Oktober 2018 | 13:28 WIB

Badan Geologi Tegaskan Perlunya Peta dan Mitigasi Kegempaan

Badan Geologi Tegaskan Perlunya Peta dan Mitigasi Kegempaan

News | Rabu, 03 Oktober 2018 | 13:19 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×