Bocah Korban Gempa Palu Nyaris Dimangsa Sindikat Perdagangan Anak

Reza Gunadha

Kamis, 04 Oktober 2018 | 14:11 WIB
Bocah Korban Gempa Palu Nyaris Dimangsa Sindikat Perdagangan Anak
ILUSTRASI - Raisa Saputri Ruslan, bocah perempuan berusia 4 tahun ikut menjadi korban gempa dan tsunami Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) pekan lalu. [Suara.com/Lirzam Wahid]

Suara.com - Sindikat perdagangan anak mengincar anak-anak korban gempa Sulawesi Tengah, yang dievakuasi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Setidaknya, hingga kekinian, terdapat satu kasus seorang anak korban gempa Kota Palu, Sulteng, nyaris menjadi korban sindikat tersebut.

Ceritanya bermula ketika bocah—sebut saja Bunga—yang berusia 6 tahun tiba di Kota Makassar setelah menumpangi pesawat Hercules milik TNI dari Kota Palu.

Sang anak dikabarkan terpisah dari orang tuanya di Palu, dan entah kenapa ia ikut rombongan pengungsi pada tanggal 29 September ke Makassar, sehari pascatsunami.

Saat di Makassar, sang anak yang di tampung di kamp pengungsi sementara, mengalami trauma dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit.

Saat dirawat inilah, datanglah seseorang yang mengaku keluarga sang anak. “ Bunga hampir saja dibawa oleh seseorang yg mengaku keluarganya,” kata seseorang relawan seperti diberitakan Kabar Makassar—jaringan Suara.com, Kamis (4/10/2018).

Bunga yang masih tampak trauma juga tidak memberikan penolakan. Ia justru mengiyakan pengakuan pelaku.

Beruntung sebelum Korban dibawa pelaku, datanglah keluarga Bunga dan memberikan bukti-bukti otentik soal sang anak. Akhirnya Bunga bisa kembali keluarga sebenarnya pada Selasa (2/10).

“Kejadiannya Selasa siang, di salah satu lokasi pengungsi di Makassar,” kata Rahma, relawan yang mengetahui peristiwa tersebut.

baca juga

Menurut dia, ada beberapa anak-anak korban gempa yang tiba di Makassar. Ia berharap para pengawas atau relawan melakukan pengawasan kepada setiap anak.

“ Anak-anak kan masih trauma, jadi gampang diperdaya. Mudah-mudahan keluarga bisa mencari anak-anaknya yang terpisah dari orang tua,” paparnya.

Berita ini kali pertama diterbitkan Kabarmakassar.com dengan judul ”Waspada Anak-Anak Korban Gempa Palu Jadi Incaran Sindikat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IDI: 80 Persen Korban Gempa Palu Butuh Penanganan Dokter Ortopedi

IDI: 80 Persen Korban Gempa Palu Butuh Penanganan Dokter Ortopedi

Health | Kamis, 04 Oktober 2018 | 14:00 WIB

Didatangi Pejabat Afghanistan, Jokowi Singgung Penanganan Gempa

Didatangi Pejabat Afghanistan, Jokowi Singgung Penanganan Gempa

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 12:29 WIB

Polisi Tahan 4 Tersangka Baru Penyebar Berita Hoaks Gempa Palu

Polisi Tahan 4 Tersangka Baru Penyebar Berita Hoaks Gempa Palu

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 12:11 WIB

Punya Alat Canggih, Jerman Siap Bantu Penanganan Gempa Palu

Punya Alat Canggih, Jerman Siap Bantu Penanganan Gempa Palu

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 11:28 WIB

Terkini

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:29 WIB

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:27 WIB

Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii

Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:26 WIB

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

7 Cara Memilih Bedak agar Tidak Keputihan

7 Cara Memilih Bedak agar Tidak Keputihan

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:24 WIB

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:23 WIB

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:21 WIB

×