IDI: 80 Persen Korban Gempa Palu Butuh Penanganan Dokter Ortopedi

RR Ukirsari Manggalani, Firsta Nodia

Kamis, 04 Oktober 2018 | 14:00 WIB
IDI: 80 Persen Korban Gempa Palu Butuh Penanganan Dokter Ortopedi
Situasi penanganan korban gempa Palu di tenda medik IDI [Dokumentasi IDI].

Suara.com - Berdasarkan laporan assessment dari Tim Aju Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang diturunkan Sabtu (29/9/2018) dalam penanganan korban terdampak gempa dan tsunami akibat patahan Palu Koro, diperoleh data bahwa sekitar 80 persen korban membutuhkan penanganan ortopedi.

Pergerakan tim dokter dan tenaga medis yang cepat tanggap menjadikan penanganan pasien yang membutuhkan operasi darurat segera tertangani.

Sekjen Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr Adib Khumaidi, SpOT beserta sejumlah tim medis IDI yang tergabung dari berbagai organisasi, turun langsung menangani korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Menggunakan pesawat Hercules C130 dari TNI AU yang berangkat dari Lanud TNI AU Makassar, tim PB IDI membawa bantuan perlengkapan untuk operasi ortopedi beserta obat-obatan yang dibutuhkan.

Suasana tenda korban gempa Palu di tenda medik IDI [Dokumentasi IDI].
Suasana tenda korban gempa Palu di tenda medik IDI [Dokumentasi IDI].

Setiba di RS Undata Palu, tim PB IDI segera melakukan koordinasi gabungan dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat terkait alur pelayanan dan kondisi di lokasi bencana.

"Kami sudah menerima laporan tim Aju sehingga setiba di sini (Palu), tim IDI bisa segera melakukan tindakan untuk meminimalkan risiko bagi para korban gempa dan tsunami," kata dr Adib Khumaidi yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia dalam rilis yang diterima Suara.com, Kamis (4/10/2018).

Saat ini, kata dr Adib Khumaidi, dengan bantuan dari banyak pihak, Mobile Clinic dan RSUD di Palu sudah siap digunakan untuk menangani korban. Selain itu ketersediaan logistik obat-obatan sudah cukup menenuhi. PB IDI beserta Baznas kata Adib Khumaidi, juga akan membuat pos medis di bandara yang berfungsi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pasien yang meninggalkan atau kembali ke Palu.

Pada H+1 gempa dan tsunami Sulteng, IDI bersama dengan TNI menurunkan tim medis dengan membawa bantuan medis melalui berbagai jalur: udara, darat (melalui Mamuju), serta laut.

RS terapung KRI dr Soeharso saat ini telah berlabuh di pelabuhan Palu, sementara itu RS Terapung Ksatria Airlangga yang bertolak dari Kepulauan Alor dan Banda Neira dipastikan akan berlabuh hari ini di Donggala (4/10/2018) untuk menangani kondisi korban bencana di daerah ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tempuh 868 Kilometer, 500 Truk Bantuan Berangkat ke Palu Hari Ini

Tempuh 868 Kilometer, 500 Truk Bantuan Berangkat ke Palu Hari Ini

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 10:56 WIB

Bikin Baper Warganet, Bocah Korban Gempa Ini Minta Ikut Jokowi

Bikin Baper Warganet, Bocah Korban Gempa Ini Minta Ikut Jokowi

Tekno | Kamis, 04 Oktober 2018 | 09:45 WIB

Pangkalan Utama TNI AL Berikan Layanan Bagi Korban Gempa Palu

Pangkalan Utama TNI AL Berikan Layanan Bagi Korban Gempa Palu

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 09:19 WIB

Trauma Gempa Palu, Puluhan Warga Garut Ramai-ramai Pulang Kampung

Trauma Gempa Palu, Puluhan Warga Garut Ramai-ramai Pulang Kampung

News | Kamis, 04 Oktober 2018 | 09:02 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×