Diguncang Gempa Palu, Satu Desa Berubah Jadi Ladang Jagung

Bangun Santoso

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 08:13 WIB
Diguncang Gempa Palu, Satu Desa Berubah Jadi Ladang Jagung
Suasana kawasan masjid Baiturrahman yang diterjang tsunami pascagempa di wilayah Talise, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Suara.com - Bangunan, rumah-rumah warga, gereja, dan jalanan Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, seketika berganti dengan ladang jagung saat gempa dengan magnitudo 7,4 Skala Richter mengguncang sebagian wilayah Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018).

"Pertama tanah terbuka, keluar lumpur dengan air sudah. Langsung begulung dia, berputar-putar, pokoknya kita dibawa sampai ke Kampung Bow," tutur Syaiful, warga Desa Jono Oge yang berhasil menyelamatkan diri dari luapan lumpur yang menyertai guncangan gempa.

Kampung Bow, yang juga disebut Dusun Tiga, merupakan bagian dari Desa Langaleso, yang bersebelahan dengan Desa Jono Oge.

"Saya rasa tidak lama, saya pikir tidak pindah dari rumah. Ternyata sudah jauh di sana, hanyut dua kilometer," tutur Syaiful seperti dilansir Antara.

Dari tanah yang terbelah, menyembur lumpur, yang menggulung dan menghanyutkan satu desa dalam proses likuifaksi, dimana tanah berubah menjadi lumpur karena sendimen yang kaya air terguncang hebat akibat gempa.

Terpaan lumpur menghanyutkan semua yang semula berada di Desa Jono Oge ke arah barat hingga kandas di Desa Langaleso, tepatnya di Dusun Tiga.

Sementara ladang jagung serta pohon-pohon kelapa yang berada di timur Desa Jono Oge bergeser ke posisi rumah-rumah dan bangunan lain di Jono Oge. Permukaan tanah tempat pijakan ladang jagung dan pohon-pohon kelapa itu seperti meluncur ke Jono Oge, masih dalam keadaan berderet rapi sebagaimana layaknya ladang petani yang tak kena bencana besar.

Tawakal Syaiful yang sedang bersama istri serta bayinya, juga bapak dan ibunya, panik bukan kepalang ketika lumpur menyembur dan berputar-putar seketika.

Dia melihat istrinya terjatuh, tenggelam di dalam lumpur bersama bayinya yang berusia sembilan bulan.

baca juga

"Istri saya diselamatkan sama tetangga, ditarik dari dalam lumpur, anak saya dinaikkan di atas batako, berputar-putar, selamat," kenang Syaiful.

Syaiful juga melihat orangtuanya tenggelam di dalam lumpur.

"Bapakku tenggelam, lama saya tunggu-tunggu hilang di dalam lumpur, keluar lagi sudah," kata Syaiful.

Alias Ririn, warga Desa Langaleso, juga panik saat gempa mengguncang. Lima menit setelah gempa, Alias mendengar suara gemuruh datang dari timur. Lalu dia lihat lumpur datang bergulung-gulung membawa reruntuhan rumah, mobil-mobil, dan yang lainnya.

Dia pun segera membawa istri dan anaknya yang berusia dua bulan naik sepeda motor menuju ke Kota Palu.

"Tapi di sana orang suruh balik, jangan ke Palu ada tsunami, ada tsunami. Bagaimana, di sana ada lumpur di sana tsunami, bertawakal saja sudah," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkes Sebut Penanganan Gempa Palu Tak Butuh Bantuan Asing

Kemenkes Sebut Penanganan Gempa Palu Tak Butuh Bantuan Asing

Health | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 07:47 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×