Ratna Sarumpaet Belum Mau Kembalikan Ongkos Rp 70 Juta ke Cile

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 08 Oktober 2018 | 13:08 WIB
Ratna Sarumpaet Belum Mau Kembalikan Ongkos Rp 70 Juta ke Cile
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Ratna Sarumpaet belum mau mengembalikan uang perjalanan ke Cile sebesar Rp 70 juta yang diongkosi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nazrudin meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan surat pernyataan resmi perihal permintaan pengembalian uang itu.

Seluruh pembiayaan perjalanan Ratna Sarumpaet ke Cile ditanggung oleh Pemprov DKI, namun Ratna Sarumpaet batal berangkat lantaran ditangkap polisi. Insank mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan pernyataan resmi baik lisan maupun tulisan dari Pemprov DKI Jakarta mengenai permintaan pengembalian uang. Ia pun meminta agar Pemprov DKI dapat menyiapkan surat formal jika uang itu harus dikembalikan.

"Pemberitahuan belum ada, Pemprov DKI baru beritahu melalui media ya, belum ada pemberitahuan resmi ke kami baik secara lisan ataupun tulisan," kata Insank saat dihubungi Suara.com, Senin (8/10/2018).

Insank menjelaskan, jika surat pernyataan resmi telah ia terima maka ia bersama tim akan melakukan kajian terlebih dahulu. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah benar ada perjanjian dari awal yang menyatakan Ratna Sarumpaet harus mengembalikan uang akomodasi.

"Harus kita lihat dulu ya apakah memang kegiatannya karena tidak jadi lalu ada pernyataan dana dikembalikan atau gimana, itu harus dikroscek juga," ungkap Insank.

Namun, jika surat pernyataan resmi itu tidak juga keluar maka tim pengacara Ratna Sarumpaet menilai permintaan pengembalian uang itu tidak benar-benar ada. Sehingga, Ratna Sarumpaet tidak perlu mengembalikan uangnya.

"Kan kita mengetahui baru dari santer kabar beredar saja, gimana kita mau nguji kebenarannya," pungkasnya.

Ratna Sarumpaet terpilih menjadi salah satu aktivis asal Indonesia yang berkesempatan menjadi pembicara dalam The 11th Women Playrights International Conference 2018 di Santiago, Chile. Sejak akhir 2017, Ratna Sarumpaet telah mengirimkan surat undangan dari pihak panitia WPIC untuk menghadiri acara itu, namun baru disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada Februari 2018.

Ratna Sarumpaet mendapatkan pembiayaan untuk akomodasi selama di Chile sebesar Rp70 juta dan bantuan koordinasi dengan panitia WPIC. Seharusnya, ia sudah berangkat pada Kamis (4/10/2018) malam namun lantaran terlilit kasus penyebaran hoax ia terpaksa diringkus di polisi saat hendak melakukan perjalanan ke Cile di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Disebut Ngawur Merasa Jadi Korban Hoaks Ratna Sarumpaet

Prabowo Disebut Ngawur Merasa Jadi Korban Hoaks Ratna Sarumpaet

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 13:01 WIB

Pelapor Prabowo cs Bawa Barang Bukti soal Hoaks Ratna Sarumpaet

Pelapor Prabowo cs Bawa Barang Bukti soal Hoaks Ratna Sarumpaet

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 12:41 WIB

Terkini

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:12 WIB