alexametrics

Bantuan Logistik Menumpuk, Korban Gempa Terima Mie Sebungkus

RR Ukirsari Manggalani
Bantuan Logistik Menumpuk, Korban Gempa Terima Mie Sebungkus
Posko induk Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep, Madura [Suara.com/Achmad Ali].

Kendala bantuan gempa di Sapudi adalah langka kapal, dermaga rusak, dan kurang mobil pikap.

Suara.com - Korban gempa bumi di Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura hingga hari ini, Minggu (14/10/2018) belum juga ada yang menerima bantuan berupa sembako dan perlengkapan lainnya.

Dari pantauan Suara.com, di posko induk Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, sembako dan perlengkapan lainnya masih menumpuk di dalam tenda yang berada di lapangan.

Sedikitnya ada 250 karung beras yang masing-masing berisi 25 kg, 222 dus air mineral, 70 lembar selimut, 400 sak semen dan ratusan barang lainnya.

Selain selimut, seluruh barang bantuan lainnya belum diberikan kepada korban di desa manapun. Warga Jam Busok hanya difasilitasi tenda dan selimut saat bermalam di posko induk yang terletak di lapangan desa Prambanan.

Baca Juga: Alumni 212 Menyeberang ke Jokowi - Ma'ruf, Habib Rizieq Diam

Pak Saat, salah satu korban mengaku belum ada penerimaan bantuan yang dia terima.

"Belum ada bantuan yang saya terima. Kemarin malam saya hanya diberi mie instan satu bungkus saja," jelasnya, Minggu (14/10/2018).

Dihubungi terpisah, Rahman Riadi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumenep saat dikonfirmasi mengakui pihaknya terkendala alat transportasi untuk mengirimkan bantuan ke korban gempa di Sapudi.

Mulai dari kapal yang tidak ada setiap saat, rusaknya dermaga dan jalan menuju posko induk hingga sedikitnya mobil pikap yang membantu pemindahan barang.

"Ini memang sulit sekali," ucapnya.

Baca Juga: Dua Pekan Lagi : Debut Dunia Hyundai Santro

Selain itu, lokasi para korban yang terpencar di sembilan desa juga jadi kendala tersendiri.