Tipu Korban sampai Rp 1 Miliar, Gus Akbar Ngaku Pakai Jin

Reza Gunadha

Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:57 WIB
Tipu Korban sampai Rp 1 Miliar, Gus Akbar Ngaku Pakai Jin
Penipuan bermodus penggandaan uang hingga ratusan juta rupiah kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini pelakunya adalah Fatkhul Akbar alias Gus Akbar (22), warga Gempol, Sidoarjo. [Suara.com/Achmad Ali]

Suara.com - Penipuan bermodus penggandaan uang hingga ratusan juta rupiah kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini pelakunya adalah Fatkhul Akbar alias Gus Akbar (22), warga Gempol, Sidoarjo.

Untuk mendapatkan uang yang diinginkan, syaratnya korban harus menyetor uang sebagai mahar.

Mahar yang diminta variatif dan tergantung kemampuan korban. Untuk mahar Rp 5 juta misalnya, Gus Akbar menjanjikan menggandakannya menjadi Rp 500 juta.

Setelah menyetor uang, korban diharuskan melakukan beberapa ritual antara lain mandi di laut selatan, membeli minyak dan kembang,  serta membuat bubur merah untuk dimakan seluruh anggota keluarga.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Ajun Komisaris Juda Nusa Putra menjelaskan, pengakuan tersangka, dalam melakukan aksinya dibantu jin (mahluk halus).

"Untuk mengelabui korban, tersangka mengklaim menggunakan jasa jin, sehingga ketika melihat uang palsu dikira uang asli. Jadi korban dibuat seperti tidak sadar jika diperdaya," jelasnya, Rabu (17/10/2018).

Tampilan pelaku saat memperdaya korbannya cukup meyakinkan. Dia mengenakan jubah, peci dan juga sorban selayaknya seorang gus.

Penipuan bermodus penggandaan uang hingga ratusan juta rupiah kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini pelakunya adalah Fatkhul Akbar alias Gus Akbar (22), warga Gempol, Sidoarjo. [Suara.com/Achmad Ali]
Penipuan bermodus penggandaan uang hingga ratusan juta rupiah kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini pelakunya adalah Fatkhul Akbar alias Gus Akbar (22), warga Gempol, Sidoarjo. [Suara.com/Achmad Ali]

Setelah semua ritual dilakukan korban, pelaku menyerahkan tumpukan uang kepada korban. Namun, bukannya uang asli yang diserahkan, melainkan uang mainan.

"Saat menerima uang, korban dalam kondisi diperdaya, sehingga uang palsu dikira uang asli," lanjut Juda Nusa.

baca juga

Dalam kasus ini, polisi telah menerima empat laporan dari korban praktik penipuan yang dilakukan Gus Akbar.

Namun, polisi menduga masih ada banyak korban sebab praktik penipuan ini sudah berlangsung selama satu tahun. Sementara uang hasil kejahatan penipuan ini mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

"Kami masih terus dalami.  Ada kemungkinan korban bertambah.  Karena itu, kami persilakan mereka melapor," katanya.

Sementara itu,  kasus penipuan berkedok penggandaan uang ini terbongkar setelah perangkat desa memergoki pelaku membeli uang mainan dalam jumlah besar.

Di hadapan petugas,  pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku punya inisiatif menipu, lantaran selama ini berprofesi sebagai dukun, untuk mengobati orang sakit.

Hasil dari penipuan, oleh tersangka digunakan untuk berfoya-foya. "Uangnya saya gunakan untuk berfoya-foya, membeli sepeda motor dan bersenang-senang," tutur Gus Akbar.

Kontributor : Achmad Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dukun Palsu Tipu Mantan Gurunya sampai Rp 1,3 Miliar

Dukun Palsu Tipu Mantan Gurunya sampai Rp 1,3 Miliar

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 15:51 WIB

Surabaya Digagas Menjadi Kota 1.000 Museum

Surabaya Digagas Menjadi Kota 1.000 Museum

Lifestyle | Selasa, 16 Oktober 2018 | 07:45 WIB

Catut Nama Korban Gempa Sulteng, Penipu Raup Rp 10 Juta

Catut Nama Korban Gempa Sulteng, Penipu Raup Rp 10 Juta

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 21:16 WIB

Jawa Timur Diguncang Gempa, Warga Surabaya Panik Dikira Ada Hantu

Jawa Timur Diguncang Gempa, Warga Surabaya Panik Dikira Ada Hantu

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:02 WIB

Pelaku Pesta Seks Pasutri Tukar Pasangan Akan Ikuti Tes Kejiwaan

Pelaku Pesta Seks Pasutri Tukar Pasangan Akan Ikuti Tes Kejiwaan

News | Rabu, 10 Oktober 2018 | 18:52 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×