Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum Universitas di Eropa

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:00 WIB
Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum Universitas di Eropa
University of Vienna dengan monumen Liebenberg di depan [Shutterstock].

Suara.com - Bahasa Indonesia di kalangan akademisi Austria diperlukan untuk menunjang kerjasama riset dan pendidikan tinggi antar universitas kedua negara, juga semakin meningkatnya hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Austria. Demikian dipaparkan Dubes RI Dr. Darmansjah Djumala.

Untuk itu, University of Vienna atau Universitat Wien, salah satu universitas tertua dan terbesar di Austria kembali membuka program kelas Bahasa Indonesia yang resmi dimulai pada winter semester, Oktober - Januari 2019.

Kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Austraia dan pihak University of Vienna pertama digagas pada 2017. Lalu program perdana pengajaran Bahasa Indonesia mulai periode summer semester 2018 yang diresmikan Dubes RI untuk Republik Austria, Dr. Darmansjah Djumala pada Maret tahun ini.

Kini, dibuka kelas Bahasa Indonesia periode winter semester untuk Oktober - Desembr 2019. Berbeda kategori dengan summer semester, kini kelas Bahasa Indonesia secara resmi menjadi bagian dari kurikulum di University of Vienna di bawah Departemen Antropologi Sosial dan Kebudayaan Fakultas Ilmu Sosial University of Vienna.

Harapannya, para mahasiswa tingkat sarjana dan pasca sarjana dari berbagai fakultas dan jurusan bisa mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia sehingga memperoleh tiga kredit point dalam sistem satuan kredit semester (SKS) yang berlaku di Universitas, yakni European Credit Transfer and Accumulation System credits (ECTS), sebagai bagian dalam melengkapi jumlah SKS yang menjadi ketentuan kelulusan program studi mereka.

"Diintegrasikannya kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) ke dalam kurikulum di University of Vienna pada periode winter semester ini merupakan langkah maju dan lebih cepat dari target yang diharapkan," ujar Dr. Darmansjah Djumala.

Program yang diinisiasi KBRI Wina didukung Kementerian Kebudayaan RI tadi terbuka bagi mahasiswa dan staf University of Vienna, kata Pensosbud KBRI Wina, Danurdoro KM Parnohadiningrat kepada Antara.

Guna menunjang kesuksesan program, seorang tenaga pengajar didatangkan khusus dari Indonesia melalui program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dari pihak University of Vienna, Dr. Gabriele Weichart, dosen senior Departemen Antropologi Sosial dan Budaya menjabat sebagai koordinator kelas BIPA. Ia memaparkan, diterapkannya sistem satuan kredit semester (ECTS) bagi kelas Bahasa Indonesia berangkat dari besarnya minat siswa universitas untuk belajar Bahasa Indonesia, juga meningkatkan komitmen siswa dalam mengikuti mata kuliah hingga akhir semester.

baca juga

Aktif sebagai promotor kerjasama riset dan pendidikan antara Indonesia dan Austria, Gabriele Weichart berharap kebiasaan penutur bahasa Indonesia dari Austria menjadi tolok ukur pengembangan kerja sama antara Indonesia dan Austria di berbagai bidang. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Austria Akan Tutup 7 Masjid dan Usir 60 Imam

Austria Akan Tutup 7 Masjid dan Usir 60 Imam

News | Sabtu, 09 Juni 2018 | 15:59 WIB

Austria Resmi Larang Perempuan Pakai Burqa

Austria Resmi Larang Perempuan Pakai Burqa

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 13:36 WIB

Intip Suasana Puasa di Pengungsian Korban Perang di Austria

Intip Suasana Puasa di Pengungsian Korban Perang di Austria

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 15:26 WIB

Terkini

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×