Kisruh Sampah, Akhirnya Wali Kota Bekasi dan Anies Berdamai

Pebriansyah Ariefana, Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 22 Oktober 2018 | 16:36 WIB
Kisruh Sampah, Akhirnya Wali Kota Bekasi dan Anies Berdamai
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan, sengketa sampah dengan Pemprov DKI hanyalah kesalahpahaman semata. Hal itu diakuinya setelah ia menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22/10/2018).

Pria yang kerap disapa Pepen itu mengatakan, segala kesalahpahaman yang terjadi selama beberapa hari ini mengenai sampah telah selesai dibahas. Pepen mengakui, tidak ada poin kerjasama yang berubah seperti yang ia duga sebelumnya.

"Ini ada terjadi miskomunikasi antara Kota Bekasi dan DKI dan hari ini ternyata tidak ada yang berubah dari kebijakan DKI terhadap pengelolaan TPST Bantargebang," kata Pepen saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22/10/3018).

Pepen menjelaskan, sejak beberapa hari lalu Anies sempat berusaha menghubunginya namun selalu gagal. Namun, komunikasi itu tak bisa dilanjutkan lantaran Pepen tidak mengangkat telepon dari Anies kala itu.

"Ya cuma tidak tindaklanjuti, harusnya Pak Anies bilang 'Ini Gubernur DKI nomor saya'. Las tadi di cek-cek oh iya ada. Alhamdulillah saya sudah dapat nomor gubernur, kapan saja saya bisa berkomunikasi," ungkap Pepen.

Pepen mengakui berterima kepada Pemprov DKI yang telah mengundangnya dan menjamu dengan baik. Ia pun minta kepada semua pihak untuk tidak melanjutkan perseteruan soal sampah lantaran masalah itu kini telah menemui titik terang.

"Tadi ini baru makan, ebentar gizi kami sudah meningkat, apalagi terus kebersamaan yang dibangun. Jadi jangan ada lagi yang sekarang ini terus diputar-putar, sehingga dua daerah ini seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa," tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak tahu sejarah. Saat ini Jakarta dan Bekasi tengah panas berpolemik soal sampah warga Jakarta yang dibuang ke Bekasi.

"Nah itu Pak Anies nggak tau sejarahnya, Pak Anies harus tanya ke Pak Sekda, Pak Anies harus tanya ke kepala-kepala daerah di sekitar itu bagaimana yang tadinya dianggap sebagai daerah penyangga, jadi daerah mitra. Kenapa? kan pemimpin kan harus tahu history," kata Pepen sebelum menemui Anies di Balai Kota.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kamis, Anies dan Wali Kota Bekasi Akan Duduk Bersama Bahas Sampah

Kamis, Anies dan Wali Kota Bekasi Akan Duduk Bersama Bahas Sampah

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 15:49 WIB

Uang Sampah Jakarta Meringankan Anggaran Bekasi

Uang Sampah Jakarta Meringankan Anggaran Bekasi

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 15:30 WIB

Kisruh Sampah, Wali Kota Bekasi Satroni Anies Baswedan

Kisruh Sampah, Wali Kota Bekasi Satroni Anies Baswedan

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 13:20 WIB

Wali Kota Bekasi Balik Semprot Anies: Pemimpin Nggak Tahu Sejarah

Wali Kota Bekasi Balik Semprot Anies: Pemimpin Nggak Tahu Sejarah

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 12:28 WIB

Camat Tamansari Tak Ada di Kantor Pasca Dicopot Anies

Camat Tamansari Tak Ada di Kantor Pasca Dicopot Anies

News | Senin, 22 Oktober 2018 | 10:12 WIB

Terkini

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

×