GP Ansor: Pengibaran Bendera HTI saat Hari Santri Sudah Terencana

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:49 WIB
GP Ansor: Pengibaran Bendera HTI saat Hari Santri Sudah Terencana
GP Ansor Gelar Jumpa Pers Terkait Insiden Pembakaran Bendera HTI. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Gerakan Pemuda Ansor menduga, pengibaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang disebutnya dipakai oleh organisasi terlarang HTI saat upacara peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10) akhir pekan lalu, sudah direncanakan kelompok tak bertanggungjawab.

Keberadaan bendera hitam itu kekinian menjadi polemik, lantaran sejumlah personel Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU) secara refleks mengambil serta membakarnya.

Sejumlah kelompok menuding, pembakaran bendera tersebut oleh Banser NU adalah bentuk penghinaan.

Katua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menuturkan, bendera hitam seperti itu tidak hanya dikibarkan saat upacara peringatan Hari Santri Nasional di Garut.

“Bendera yang sama juga dikibarkan saat upacara Hari Santri Nasional di Kota Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Semarang, Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan. Dugaan kami, aksi itu adalah tersistematis,” kata Yaqut saat melakukan konferensi pers di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Keramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Meski demikian, Yaqut mengatakan GP Ansor belum menemukan fakta di balik aksi tersebut. GP Ansor masih menginvestigasi dugaan muatan politis untuk menyerang NU melalui pengibaran bendera hitam khas HTI.

"Kami belum menemukan fakta upaya sistematis ini, apakah bertujuan politik karena ini tahun politik, atau hanya semata-mata menyasar NU. Kami sedang menurunkan tim untuk melakukan ivestigasi atas insiden tersebut," ungkapnya.

Sekjen GP Ansor Abdul Rochman mengimbau kepada kadernya maupun Banser NU untuk tidak terprovokasi.

Abdul menegaskan, GP Ansor dan Banser NU lebih baik terus mengupayakan perdamaian antarumat Islam, bangsa dan negara.

baca juga

"Kami menginstruksikan seluruh kader GP Ansor dan Banser, terutama pada tahun politik ini, tidak mudah terpancing oleh mereka yang suka mempolitisasi segala hal, untuk kepentingan yang bukan kepentingan Indonesia dan bangsa Indonesia," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

GP Ansor: Bendera yang Dibakar Bukan Berlafaz Tauhid

GP Ansor: Bendera yang Dibakar Bukan Berlafaz Tauhid

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:20 WIB

Insiden Bendera Tauhid, GP Ansor akan Beri Pernyataan Resmi

Insiden Bendera Tauhid, GP Ansor akan Beri Pernyataan Resmi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 10:19 WIB

Ada Anak-anak yang Lihat Bendera Tauhid Dibakar, Kak Seto Resah

Ada Anak-anak yang Lihat Bendera Tauhid Dibakar, Kak Seto Resah

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:43 WIB

Papan Nama NU di Bogor Dirobohkan Pelaku Misterius

Papan Nama NU di Bogor Dirobohkan Pelaku Misterius

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:40 WIB

Terkini

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:09 WIB

×