Ada Anak-anak yang Lihat Bendera Tauhid Dibakar, Kak Seto Resah

Reza Gunadha

Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:43 WIB
Ada Anak-anak yang Lihat Bendera Tauhid Dibakar, Kak Seto Resah
Oknum Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama membakar bendera yang dinilai sebagai atribut HTI. [Facebook/Cep Herman Syah]

Suara.com - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ikut bersuara perihal pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, karena diduga melibatkan anak-anak seperti dalam video viral insiden tersebut.

Ketua LPAI Seto Mulyadi melalui keterangan persnya mengatakan, keterlibatan anak dalam aksi pembakaran bendera dapat memicu kebingungan bagi tiap bocah.

"Anak-anak dapat bertanya-tanya ihwal apa yang salah dengan bendera tersebut, mengapa pembakaran bendera diadakan pada momen tertentu, mengapa pembakaran dilakukan oleh pihak tertentu, dan apa tujuan yang ingin dicapai lewat aksi pembakaran tersebut," ujarnya, Selasa (23/10/2018).

Dalam kebingungan yang dialami anak tersebut, lanjut Setyo, mereka akan mencari informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Proses pencarian informasi ini yang dikhawatirkan Seto, karena setiap anak berpotensi mendapatkan kabar salah alias disinformasi.

"Ini menjadi persoalan yang tidak ringan bagi seluruh pihak untuk membangun sekaligus mengintegralkan pemahaman utuh pada diri anak mengenai pembakaran tersebut," lanjutnya.

Jika setiap anak mendapatkan informasi yang salah, hal itu dapat memperburuk pandangan setiap anak tentang aksi pembakaran itu.

"Aksi pembakaran sulit ditafsirkan sebagai kegiatan penyejahteraan warga bangsa. Aksi pembakaran justru lebih rentan dimaknakan sebagai gelagat permusuhan satu pihak ke pihak lain," jelasnya.

Seto berharap, ada itikad baik dari pemerintah untuk meneliti setiap anak yang terlibat dalam video. Penelitian itu untuk memastikan anak-anak tersebut tidak mendapatkan informasi yang salah, dan haknya tetap terpenuhi sesuai undang undang perlindungan anak.

baca juga

"Pelibatan anak hanya bisa dibenarkan, bahkan didukung, sepanjang hal tersebut sebangun dengan harkat martabat mereka, serta mendukung terpenuhinya hak anak," ucapnya.

Sebelumnya, dalam video pembakaran bendera bertulisan Tauhid itu terdapat sekumpulan anak-anak berpakaian putih serta memakai sarung.

Kejadian pembakaran bendera itu terjadi pada Minggu, (21/10/2018) saat sedang merayakan hari santri di lapangan alun-alun Garut, Jawa Barat. [Walda Morison]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Tuan Guru Bajang

Pembakaran Bendera Tauhid, Ini Komentar Tuan Guru Bajang

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:58 WIB

Papan Nama NU di Bogor Dirobohkan Pelaku Misterius

Papan Nama NU di Bogor Dirobohkan Pelaku Misterius

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:40 WIB

Yenny Wahid Sepakat Usul Muhammadiyah Soal Pengguntingan Logo HTI

Yenny Wahid Sepakat Usul Muhammadiyah Soal Pengguntingan Logo HTI

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:37 WIB

Istana: Pembakaran Bendera Tauhid Jangan Dikaitkan Pilpres 2019

Istana: Pembakaran Bendera Tauhid Jangan Dikaitkan Pilpres 2019

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:39 WIB

Terkini

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Review The Lament of Autumn: Romansa Era Republikan yang Berakhir Tragis

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:30 WIB

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

PSW UGM Minta Pembalut Bebas PPN 11 Persen: Kebutuhan Sanitasi, Bukan Barang Mewah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:28 WIB

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

×