Soal Bendera Tauhid, Presiden PKS Sebut Ngabalin Perkeruh Suasana

M. Reza Sulaiman, Walda Marison

Minggu, 28 Oktober 2018 | 23:22 WIB
Soal Bendera Tauhid, Presiden PKS Sebut Ngabalin Perkeruh Suasana
Presiden PKS Sohibul Iman saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (23/10). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Sohibul Iman, mengingatkan Ali Moechtar Ngabalin untuk tidak menambah kisruh suasana pasca aksi bakar bendera bertulisan Tauhid.

Seharusnya Ngabalin sebagai pihak pemerintah bisa meredam situasi masyarakat yang tengah bergejolak dengan tidak memberi tuduhan yang bermacam-macam.

"Jadi saya minta saudara Ngabalin sebagai bagian dari pemerintah ciptakan suasana yang cool jangan nuduh-nuduh. Kita aja yang opisisi nggak mau keruh kok," ujarnya di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPP) PKS, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (28/10/2018).

Sohibul Iman pun tidak mau berkomentar soal aksi bela Tauhid yang diselenggarakan Jumat (26/10/2018) lalu. Ia hanya bisa menyerahkan seluruh proses pada pihak kepolisian.

"Biar saja proses hukum yang berjalan, kita jangan bikin interpretasi-interpretasi yang membuat keruh," tutupnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin menyebut ada tiga rencana makar yang sedang diupayakan sejumlah pihak untuk menjatuhkan kepemerintahan Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pernyataan itu disampaikan Ngabalin melalui rekaman video yang beredar di kalangan wartawan.

"Setidaknya ada tiga reancana dasar yang sedang dirancang rencana makar kepada pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla," kata Ngabalin melalui rekaman video yang diterima Suara.com, Minggu, (28/10/2018).

Dalam video berdurasi 1 menit, 52 detik itu, Ngabalin menyebutkan rencana makar kepada pemerintahan Jokowi-JK di diantaranya yakni gerakan #2019GantiPresiden dan skandal hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Namun, kata dia, dugaan rencana pemufakatan makar itu tak ampuh untuk menjatuhkan pemerintahaan saat ini.

"Pertama #2019GantiPresiden, adalah rencana makar yang jahat, yang digagalkan oleh Tuhan. Kedua adalah rencana gagal dan dahsyat atas ratu hoax Ratna Sarumpaet. Rencana gagal, dahsyat kepada pemerintahaan Jokowi-Jusuf Kalla," kata Ngabalin.

baca juga

Rencana makar yang ketiga, kata dia, adalah soal pengibaran bendera berkalimat tauhid yang terjadi di acara peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Aksi pengibaran bendera yang belakangan disebut milik Hizbut Tahrir Indonesia itu kemudian heboh karena dibakar oleh anggota Banser NU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesal Bendera Tauhid Dibakar, NA Lempar Batu ke Gereja Magelang

Kesal Bendera Tauhid Dibakar, NA Lempar Batu ke Gereja Magelang

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 18:57 WIB

Sebut Ada Ancaman Makar ke Jokowi, PA 212: Ngabalin Tukung Kibul

Sebut Ada Ancaman Makar ke Jokowi, PA 212: Ngabalin Tukung Kibul

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 13:01 WIB

Bendera Tauhid Dibakar, PA 212 Tuduh Said Aqil Teroris

Bendera Tauhid Dibakar, PA 212 Tuduh Said Aqil Teroris

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 12:02 WIB

Ngabalin Sebut Ada Tiga Makar untuk Menggulingkan Jokowi-JK

Ngabalin Sebut Ada Tiga Makar untuk Menggulingkan Jokowi-JK

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 10:04 WIB

Pembakaran Bendera Tauhid Tak Pengaruhi Elektabilitas Maruf Amin

Pembakaran Bendera Tauhid Tak Pengaruhi Elektabilitas Maruf Amin

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 08:47 WIB

Terkini

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Ekonom Unsri Hitung Kerugian Karhutla Sumsel 2026 Capai Rp5,7 Triliun

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:04 WIB

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 21:00 WIB

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

Fakta TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Cuma Modal Latihan Sebulan Langsung Tempur

News | Senin, 02 November 2026 | 20:55 WIB

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

Santriwati Tidur Digeledah Polisi, KPAI Ungkap Dugaan Penodongan Senjata

News | Senin, 02 November 2026 | 20:49 WIB

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Korban TPPO Cuma Dilatih Sebulan Sebelum ke Medan Perang

News | Senin, 02 November 2026 | 20:36 WIB

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Wanita Diduga ODGJ Melahirkan di Pinggir Jalan Pematangsiantar, Bayi Meninggal Dunia

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 20:26 WIB

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 20:25 WIB

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Debut Sistem Skor 3x15 BWF, 707 Pebulu Tangkis dari 8 Negara Siap Bersaing di Superliga Junior 2026

Sport | Senin, 02 November 2026 | 20:24 WIB

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

Tergiur Bonus Ratusan Juta, 58 Korban TPPO Nyaris Dikirim ke Medan Perang Rusia

News | Senin, 02 November 2026 | 20:21 WIB

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Cara Mengaktifkan BPJS PBI yang Tidak Aktif, Ini Langkah Reaktivasi dan Syaratnya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 20:20 WIB

×