Oleh-oleh Sarifudin dari Bali Tak Pernah Sampai ke Emak

Reza Gunadha

Rabu, 31 Oktober 2018 | 20:11 WIB
Oleh-oleh Sarifudin dari Bali Tak Pernah Sampai ke Emak
Anang (baju putih) orang tua dari Chandra Kirana berharap bisa bertemu dengan jasad anaknya yang menjadi korban Lion Air JT610. [Suara.com/Andhiko Tungga Alam]

Suara.com - Keluarga penumpang pesawat nahas Lion Air JT 610 masih menunggu kepastian kabar dari tim SAR, yang melakukan pencarian di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Dalam insiden nahas tersebut, empat warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, juga tercatat dalam manifes pesawat.

Keempat penumpang itu ialah Dadang Saputra (27), Ase Sarifudin (25) serta dua orang lainnya merupakan pasangan suami istri Candra Kirana (29), dan Cici Arista (28).

Mereka saling mengenal, karena rekan kerja dalam bidang yang sama, dan baru saja menyelesaikan pekerjaan di Bali.

Ayah dari Candra Kirana, Anang Urip (61) warga PALI mengakui mendapatkan kabar buruk tersebut saat menonton televisi, Senin (29/10) awal pekan ini..

"Awalnya mereka berlima, di sana ada Bayu yang juga ikut ke Bali untuk pekerjaan. Bayu ini merupakan adik bungsu dari Chandra, sewaktu transit di Jakarta mereka berpisah, Bayu pulang ke Palembang dan keempatnya pulang ke Pangkal Pinang," kata Anang di rumahnya, di Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Rabu, (31/10/2018).

Ia menceritakan, Chandra dan Cici baru menikah pada April 2018, dan tinggal di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.

"Sebulan yang lalu terakhir bertemu, dan dua minggu lalu terakhir kontakan via telepon. Keduanya baru saja menikah enam bulan lalu, dan tinggal di Pangkal Pinang karena bekerja di sana," jelasnya.

Sedangkan Kaini, ibunda Ase Sarifudin (25) mengakui berkomunikasi dengan anaknya sebelum putranya itu berangkat ke pulau Bali.

baca juga

"Dia sempat pamit via telpon, katanya mau ke Bali. Dia bilang, ’Mak aku nak ke bali, nanti kalau pulang aku bawakan oleh-oleh untuk semuanya’. Tapi sekarang dia tidak ada kabarnya," kenangnya.

Dirinya tidak menyangka, anak bungsu dari lima saudara itu harus ikut hilang dengan korban lain pesawat Lion Air JT 610.

Keempat korban asal PALI ini masih terbilang bertetangga di daerah asalnya. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu kabar dari anggota keluarga yang telah berangkat ke Jakarta.

Kontributor : Andhiko Tungga Alam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jannatun Cyntia Dewi, Jenazah Pertama Korban Lion Air Jatuh

Jannatun Cyntia Dewi, Jenazah Pertama Korban Lion Air Jatuh

News | Rabu, 31 Oktober 2018 | 20:05 WIB

Panglima TNI Pastikan Sinyal Black Box Lion Air JT 610 Ditemukan

Panglima TNI Pastikan Sinyal Black Box Lion Air JT 610 Ditemukan

News | Rabu, 31 Oktober 2018 | 19:57 WIB

Gubernur Babel: Keluarga Ingin Pegang Barang Milik Korban

Gubernur Babel: Keluarga Ingin Pegang Barang Milik Korban

News | Rabu, 31 Oktober 2018 | 19:08 WIB

Kemenhub: 11 Boeing 737-8 Max di Indonesia Laik Terbang

Kemenhub: 11 Boeing 737-8 Max di Indonesia Laik Terbang

Bisnis | Rabu, 31 Oktober 2018 | 18:18 WIB

Terkini

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

Kecelakaan Truk di Flyover Tomang, Material Besi Berserakan Lumpuhkan Jalur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:21 WIB

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:10 WIB

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:44 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB