Jokowi: Ibu Saya Asli Boyolali

Reza Gunadha

Minggu, 04 November 2018 | 18:34 WIB
Jokowi: Ibu Saya Asli Boyolali
Presiden Joko Widodo mengendarai motor menuju Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018). [Suara.com/Biro Pers Setpres/Kris]

Suara.com - Boyolali, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, sedang ramai diperbincangkan khalayak, setelah pidato kontroversial Prabowo Subianto.

Semua kehebohan itu bermula dari pidato Calon Presiden nomor urut 2 tersebut di hadapan massa pendukungnya di Boyolali, Selasa (30/10/2018).

Kala itu, Prabowo yang membicarakan mengenai ketimpangan antara si kaya dan si miskin di Indonesia memilih mencontohkan diskriminasi oleh hotel-hotel di ibu kota.

Dalam salah satu retorikanya, Prabowo berseloroh, menilai warga Boyolali pasti tidak bisa memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.

Mereka, warga Boyolali, kata Prabowo, bisa saja diusir pegawai hotel karena “wajah Boyolali-nya” yang mengiaskan kemiskinan.

"Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir, karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang orang Boyolali," ujar Prabowo.

Para hadirin saat itu tertawa.

Namun,  isi pidato Prabowo itu ternyata berbuntut panjang. Sang capres mendapat kecaman karena dinilai mengejek warga Boyolali.

Bahkan, Minggu (4/11/2018), ribuan warga Boyolali turun ke jalan menggelar aksi protes terhadap Prabowo.

baca juga

Dalam aksi bertema “Boyolali Bermartabat” itu, warga sebagian besar mengendarai sepeda motor. Sebagian membawa spanduk bertuliskan “Boyolali Anti Prabowo”, “Aku Wong Boyolali”, “Ojo Nggugah Sapi Ndekem”, "Boyolali Bermartabat Prabowo Psikopat”, dan sebagainya.

Bahkan, Bupati Boyolali Seno Samodro ikut turun ke jalan bersama ribuan warganya, dalam aksi Save Muka Boyolali tersebut.

Puluhan ribu orang yang tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat, melakukan aksi turun ke jalan-jalan, Minggu(4/1/2018), memprotes Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang disebut melecehkan warga kabupaten di Jawa Tengah tersebut. [Facebook]
Puluhan ribu orang yang tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat, melakukan aksi turun ke jalan-jalan, Minggu(4/1/2018), memprotes Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang disebut melecehkan warga kabupaten di Jawa Tengah tersebut. [Facebook]

Saat didaulat berorasi dalam aksi tersebut, Bupati Seno menegaskan Prabowo tak perlu meminta maaf kepada warga Boyolali. Sebab, mereka tak bakal memaafkan Ketua Umum Partai Gerindra.

“Tidak ada maaf bagimu,” tegas Seno Samodro seperti diberitakan Solopos—jaringan Suara.com.

Prabowo sendiri, saat menghadiri acara deklarasi Komando Ulama untuk Pemenangan Prabowo – Sandiaga Uno (Koppasandi) di Jakarta Selatan, Minggu, mengakui heran.

Ia menuturkan, tidak menyangka ucapannya terkait ‘tampang warga Boyolali’ dipersoalkan banyak pihak dan berujung pada laporan ke polisi. Menurut Prabowo, pernyataannya beberapa waktu lalu itu hanya bercanda.

"Saya bingung kalau ucapan bercanda dipersoalkan. Kalau saya begini dipersoalkan, begitu dipersoalkan," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menyadari kekinian merupakan tahun politik, sehingga setiap ucapannya dalam kesempatan apa pun akan disorot masyarakat.

Belajar dari kasus ini, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku akan lebih hati-hati dalam memberikan pernyataan dan berbicara ke publik

Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, Selasa (14/7/2015). [Labib Zamani/Suara.com]
Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, Selasa (14/7/2015). [Labib Zamani/Suara.com]

"Jadi omongan bercanda sekarang harus dibatasi. Jadi saya bingung mau bicara apa, tapi saudara sudah mengerti," kata Prabowo.

Sementara Calon Presiden nomor urut 1, Jokowi, belum berkomentar mengenai persoalan ini.

Namun, saat menghadiri Konsolidasi Tim Kampanye Daerah Banten di ICE Bumi Serping Damai, Tangerang, Minggu, Jokowi sempat ”me-mention” Boyolali.

Penyebutan Boyolali itu terjadi ketika Jokowi berpidato, mengenai dirinya yang tetap menjadi sasaran informasi hoaks alias bohong meski sudah bersalaman dengan puluhan juta orang.

"Ada yang mengatakan saya antek aseng, ibu saya Cina, padahal ibu saya dari Boyolali, berpolitiklah dengan adab, adat dengan tata krama yang baik," kata Jokowi.

Ia mengakui sudah berupaya bersabar dalam 4 tahun terakhir menjadi presiden, tapi akhirnya tidak juga tahan terhadap hoaks.

"Sabar, sabar, sabar ya sudah 4 tahun sabar jadi saya harus jawab sekarang kalau tidak dijawab repot," ujar Jokowi lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ikut Aksi Massa, Bupati Boyolali: Tak Ada Maaf untuk Prabowo

Ikut Aksi Massa, Bupati Boyolali: Tak Ada Maaf untuk Prabowo

News | Minggu, 04 November 2018 | 18:07 WIB

Naik Motor Custom, Jokowi ke Pasar Beli Tempe dan Petai

Naik Motor Custom, Jokowi ke Pasar Beli Tempe dan Petai

News | Minggu, 04 November 2018 | 17:48 WIB

Kalah dari Prabowo di Survei, Jokowi yakin Menang di Banten

Kalah dari Prabowo di Survei, Jokowi yakin Menang di Banten

News | Minggu, 04 November 2018 | 17:13 WIB

Jokowi akan Rekrut Stafsus Presiden Disabilitas Lulusan Amerika

Jokowi akan Rekrut Stafsus Presiden Disabilitas Lulusan Amerika

News | Minggu, 04 November 2018 | 16:42 WIB

Terkini

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

News | Senin, 02 November 2026 | 15:37 WIB

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

News | Senin, 02 November 2026 | 15:34 WIB

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:33 WIB

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:30 WIB

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:14 WIB

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

×