Gunung Anak Krakatau Meletus

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 06 November 2018 | 11:26 WIB
Gunung Anak Krakatau Meletus
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Sabtu (18/8/2018). (Foto: Dok BNPB)

Suara.com - Gunung Anak Krakatau meletus. Letusan itu terjadi Senin (6/11/2018) pukul 10.00 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memantau letusan (erupsi) Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung itu dengan tinggi kolom abu teramati 600 meter di atas puncak (938 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 54 detik.

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Pagi tadi, Gunung Anak Krakatau mengalami kegempaan letusan 281 kali sepanjang pengamatan sejak senin Senin (5/11/2018) kemarin. Visual malam hari dari CCTV teramati sinar api serta lontaran material pijar ke segala arah.

PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 5 November 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat (kaca dan pintu Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau bergetar), ombak laut tenang.

Gunung Anak Krakatau itu sepanjang pengamatan menunjukkan aktivitas kegempaan Letusan 281 kali, amplitudo 40-58 mm, durasi 24-120 detik. Embusan 28 kali, amplitudo 6-24 mm, durasi 17-61 detik.

Selain itu Tremor Harmonik 4 kali, amplitudo 7-39 mm, durasi 11-77 detik. Vulkanik Dangkal 13 kali, amplitudo 7-40 mm, durasi 5-17 detik. Vulkanik Dalam 6 kali, amplitudo 40-45 mm, S-P 1-2,2 detik, durasi 13-17 detik. Kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-27 mm (dominan 8 mm).

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut (mdpl). Kondisi cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara 25-31 derajat Celsius, kelembapan udara 68-92 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

baca juga

Kondisi gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Gunung Anak Krakatau Semburkan Lava Pijar

Waspada, Gunung Anak Krakatau Semburkan Lava Pijar

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 08:06 WIB

200 Peserta Kunjungi Gunung Legendaris Anak Krakatau

200 Peserta Kunjungi Gunung Legendaris Anak Krakatau

Lifestyle | Senin, 27 Agustus 2018 | 12:00 WIB

Status Waspada, 24 Jam Anak Krakatau Meletus 398 Kali

Status Waspada, 24 Jam Anak Krakatau Meletus 398 Kali

News | Minggu, 15 Juli 2018 | 09:06 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tinggi, Warga Diminta Tak Mendekat

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tinggi, Warga Diminta Tak Mendekat

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 06:26 WIB

Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali

Gunung Anak Krakatau Meletus 56 Kali

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 12:49 WIB

Terkini

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 17:40 WIB

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

×