Pentingkan Perut Sendiri, DPR Era Ini Tak Patut Disebut Pahlawan

Agung Sandy Lesmana | Walda Marison
Pentingkan Perut Sendiri, DPR Era Ini Tak Patut Disebut Pahlawan
Lucius Karus (paling kanan) [Suara.com / Llly Handayani]

Namun di satu sisi, Lucius menyoroti kapasitas dan kapabilitas anggota DPR yang ada sekarang. Menurutnya kinerja anggota DPR saat dikatakan jauh dari kriteria pahlawan nasional.

Suara.com - Direktur Eksekutif Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Lucius Karus menilai anggota DPR RI berpotensi mendapat gelar pahlawan nasional. Namun, kata dia, syaratnya wakil rakyat itu harus berbuat hal yang luar biasa untuk masyarakat.

"Saya setiap hari bicara tentang Anggota DPR, orang-orang ini tentu yang berpotensi untuk itu diangkat menjadi pahlawan nasional. Dia harus berbuat luar biasa terhadap banyak orang, dan salah satu kriteria pahlawan nasional saya kira itu," ujar Lucius dalam diskusi bertajuk "Memaknai Kepahlawanan" di gedung Sarina, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Namun di satu sisi, Lucius menyoroti kapasitas dan kapabilitas anggota DPR yang ada sekarang. Menurutnya kinerja anggota DPR saat dikatakan jauh dari kriteria pahlawan nasional.

"Untuk merefleksikan hari pahlawan saat ini, kita menjadi bertanya apakah masih ada orang yang pantas, ketika kita melihat orang yang diberikan kekuasan ini, tidak memberikan layaknya tauladan pahlawan," terangnya.

Dengan keadaan seperti itu, ia pun terlihat miris dan menantikan sosok pahlawan nasional yang sesungguhnya. Ia berharap nantinya akan ada sosok pahlawan baru yang mau berkorban dan bekerja untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa.

"Semua berkerja untuk perut dan populeritasnya sendiri," tutupnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS