Dianggap Berhala, Patung Pahlawan Nasional Dibuang ke Sungai

Reza Gunadha

Minggu, 11 November 2018 | 16:40 WIB
Dianggap Berhala, Patung Pahlawan Nasional Dibuang ke Sungai
Seorang warga berdiri di samping patung Sultan Ageng Tirtayasa yang teronggok di pinggir jalan setelah ditemukan terbenam di dalam lumpur. [BantenHits.com/ Mahyadi]

Suara.com - Patung yang diyakini merupakan sosok Sultan Ageng Tirtayasa teronggok terbuang di pinggiran Jalan Masjid Priyayi, tak jauh dari Sungai Kali Malang, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Arca tersebut sebelumnya ditemukan terbenam dalam lumpur sungai saat petugas irigasi tengah melakukan normalisasi.

Ironis, sebab Sultan Ageng Tirtayasa adalah tokoh pejuang dari Banten dan mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970, tanggal 1 Agustus 1970.

Sastrawan Banten Toto St Radik membenarkan patung yang ditemukan petugas irigasi Sungai Kalimalang adalah patung Sultan Ageng Tirtayasa.

Ia mengungkapkan, patung Sultan Ageng Tirtayasa tersebut sudah dipasang sekitar tahun 2000-an di Simpang Kebun Jahe,  berdekatan dengan patung Keluarga Berencana (KB) di depan gerbang keluar Tol Serang Timur, Kota Serang.

Patung tersebut dirobohkan atas desakan anggota dewan dengan alasan takut terjadi syirik. Apalagi, menurutnya waktu itu muncul partai-partai berlatar belakang Islam.

“Ada dua patung saat itu dirobohkan yaitu patung Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa, waktu itu alasannya katanya sirik (penyekutuan Tuhan) jadi harus dirobohkan,” ungkap Toto seperti diberitakan BantenHits—jaringan Suara.com, Minggu (11/11/2018).

Seniman Banten Tb Ahmad Fauzi menambahkan, saat patung Sultan Ageng Tirtayasa dirobohkan, sekitar tahun 2000-an para seniman melakukan aksi penolakan pembongkaran.

Alasan para anggota dewan merobohkan karena merasa bahwa patung tersebut bisa berpengaruh pada akidah masyarakat Serang.

baca juga

“Anggota DPRD Kabupaten Serang bersikukuh patung ini akan berpengaruh pada akidah masyarakat,” paparnya.

Seingatnya, patung ini dibuat oleh Yusman, perupa ternama dari ISI Yogyakarta pada 1998. Pada era Bupati Bunyamin, patung ini dibongkar bersama patung Keluarga Berencana.

Sementara Fachroji, warga sekitar, saat ditemukannya patung tersebut, puluhan warga berkerumun untuk melihat dari dekat. Namun, tidak ada satu pun yang tahu siapa sosok pahlawan tersebut.

“Ya, ini sengaja disimpan di pinggir jalan untuk sementara diamankan. Saat diangkat tidak ada yang tahu. Patungnya ketemu di sungai pas alat berat mengambil lumpur, yah sekitar dua minggu lalu,” ujar Fachroji.

Sarmin, warga lainya menambahkan, patung dalam kondisi berlumuran lumpur saat ditemukan dalam sungai. Oleh siswa-siswa sekolah yang melewati Jalan Masjid Priyayi, dibersihkan kemudian dijadikan objek foto.

“Yang biasa lewat melihat pertama pada kaget pas sudah ada di situ patungnya,” terangnya.

Epos Sulan Ageng Tirtayasa

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 - 1683. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda.

Masa itu, VOC—maskapai dagang Belanda—menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten.

Kemudian, Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar.

Dalam bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi.

Sementara dalam bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa.

Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan Saint-Martin.

Pada tahun 1683, Sultan Ageng tertangkap dan dipenjarakan di Batavia. Ia meninggal dunia dalam penjara dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Raja-raja Banten, di sebelah utara Masjid Agung Banten, Banten Lama.

Nama Sultan Ageng Tirtayasa juga kemudian diabadikan menjadi nama salah satu perguruan tinggi negeri di Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Berita ini kali pertama diterbitkan BantenHits.com dengan judul "Patung Sultan Ageng Tritayasa Teronggok di Pinggir Jalan"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ironis, Patung Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa Dibuang ke Sungai

Ironis, Patung Pahlawan Sultan Ageng Tirtayasa Dibuang ke Sungai

News | Minggu, 11 November 2018 | 14:53 WIB

Bawa Pisau Babi, Rohandi Menyerang Polisi Polsek Penjaringan

Bawa Pisau Babi, Rohandi Menyerang Polisi Polsek Penjaringan

News | Jum'at, 09 November 2018 | 10:29 WIB

Pakai Seragam TNI saat Minta Sumbangan, Siswa SMA Ditangkap

Pakai Seragam TNI saat Minta Sumbangan, Siswa SMA Ditangkap

News | Selasa, 06 November 2018 | 16:19 WIB

Kalah dari Prabowo di Survei, Jokowi yakin Menang di Banten

Kalah dari Prabowo di Survei, Jokowi yakin Menang di Banten

News | Minggu, 04 November 2018 | 17:13 WIB

Terkini

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 08:29 WIB

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:23 WIB

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:48 WIB

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 07:15 WIB

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:45 WIB

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 06:30 WIB

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 06:25 WIB

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

×