Secangkir Kopi DN Aidit untuk M Natsir, Bisakah Politikus Kini?

Reza Gunadha

Minggu, 11 November 2018 | 19:52 WIB
Secangkir Kopi DN Aidit untuk M Natsir, Bisakah Politikus Kini?
M Natsir (kiri) dan DN Aidit (kanan).

Suara.com - Saya lahir di Belitung Timur tahun 1956. Sementara Dipa Nusantara Aidit—Ketua CC PKI yang sudah almarhum—lahir di Belitung Barat  tahun 1923. Sampai meninggalnya DN Aidit tahun 1965, saya tidak pernah bertemu dengan beliau.

Tapi, ayah saya, Idris bin Haji Zainal, mengenal baik DN Aidit karena mereka hampir seusia. Kalau DN Aidit pulang ke Belitung, kadang bertemu juga dengan ayah saya.

Ayah DN Aidit, yakni Abdullah Aidit,adalah Ketua Nurul Islam Belitung. Organisasi itu, pada tahun 1947, berubah menjadi Cabang Masyumi—partai Islam terbesar pada era Presiden Bung Karno.

Sebagian keluarga DN Aidit di Belitung juga ada yang menjadi anggota Masyumi. Tapi, mereka yang merantau, seperti DN Aidit dan adiknya, Sobron Aidit, menjadi PKI.

Murad Aidit, adik bungsu DN Aidit yang wafat dua tahun lalu, adalah aktivis Partai Buruh. Sedangkan ayah saya, Ketua Cabang Masyumi Belitung.

Ketika Pemilu 1955, ada 15 orang anggota DPRD Kabupaten Belitung. Masyumi yang antara lain dipimpin ayah saya dapat 10 kursi, PNI 3 kursi, dan Partai Buruh dapat 1 kursi. PKI tidak dapat satu pun kursi.

Secara ideologi, keluarga saya dan keluarga DN Aidit yang PKI sangat bermusuhan, tapi dengan keluarganya yang Masyumi tentu tidak.

Namun, sebagai sesama orang sekampung, hubungan kami baik-baik saja.

Anak DN Aidit, yakni Ilham Aidit, sesekali bertemu saya dan dia memanggil saya “abang”. Dia selalu bertanya bagaimana perkembangan Partai Bulan Bintang.

baca juga

Dulu, Ketua Umum Masyumi Mohammad Natsir mengatakan kepada saya, beliau selalu “berkelahi” dengan DN Aidit dalam politik.

Namun, kalau sedang sesi istirahat sidang DPR, DN Aidit membawa secangkir kopi dan membukakan bungkus rokok untuk disodorkan kepada Natsir.

M Natsir juga pernah bercerita kepada saya, ketika sedang menunggi becak di depan Gedung DPR di Lapangan Banteng, tiba-tiba DN Aidit lewat naik sepeda.

Lalu Aidit bilang, “Bung Natsir, ayo saya bonceng”. Maka jadilah Ketua PKI membonceng Ketua Masyumi naik sepeda.

Itu kisah lama.

Orang bisa bermusuhan secara ideologi dan politik, tetapi tetap baik secara pribadi. Sekarang jauh beda.

Ketika saya beda dengan anda dalam hal yang sebenarnya tidak ideologis, yakni kesediaan saya menjadi lawyer Capres dan Cawapres Jokowi – Maruf Amin, bisakah kita tetap baik antarsesama dan saling menghormati seperti Mohammad Natsir dengan DN Aidit?

Bisakah kita menghentikan segala macam hujatan, hanya karena kita beda dalam menetukan pilihan dan beda dalam strategi politik?

***

Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang, dituding terkait dengan Ketua CC PKI DN Aidit—sosok yang distigma sejak era Orde Baru—setelah menjadi pengacara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Jokowi – Maruf Amin.

Menjawab tudingan tersebut, Yusril dalam keterangan resminya yang diterima Suara.com, Minggu (11/11/2018), menegaskan tidak pernah bertemu, apalagi berteman akrab dengan DN Aidit meski sama-sama satu kampung halaman.

”Saya tidak pernah bertemu beliau (DN Aidit),” Yusril Ihza Mahendra.

Namun, Yusril mengakui, ayahnya yang bernama Idris bin Haji Zainal mengenal baik DN Aidit, karena seusia.

”Kalau DN Aidit pulang ke Belitung, kadang bertemu juga dengan ayah saya,” tukasnya.

Secara ideologi, kata Yusril, keluarganya dan keluarga DN Aidit sangat bermusuhan. Ia menuturkan, keluarganya kental berdarah politik Partai Masyumi—partai Islam terbesar pada era Orde Lama.

Sementara sejumlah keluarga DN Aidit merupakan politikus PKI. Tapi, kata Yusril, ada pula keluarga DN Aidit yang justru kader-kader Masyumi.

Karenanya, setiap orang bisa bermusuhan karena persoalan ideologi dan politik, tapi tetap berhubungan baik secara pribadi.

Situasi seperti itulah, yang menurut Yusril sudah menghilang dalam adab politik nasional Indonesia pada zaman kiwari.

”Saat saya bersedia menjadi pengacara Jokowi – Maruf Amin, bisakah kita tetap baik antarsesama dan saling menghormati? Saya khusnuzzon saja dengan pertanyaan Anda, maka sebelum dijawab orang lain, lebih baik saya yang langsung menjawabnya,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yusril Ihza Mahendra Ungkap Hubungannya dengan Ketua PKI DN Aidit

Yusril Ihza Mahendra Ungkap Hubungannya dengan Ketua PKI DN Aidit

News | Minggu, 11 November 2018 | 17:52 WIB

Yusril Ihza Mahendara Ragukan Prabowo, Fadli Zon Berkomentar

Yusril Ihza Mahendara Ragukan Prabowo, Fadli Zon Berkomentar

News | Minggu, 11 November 2018 | 07:38 WIB

Klaim Ikut Bentuk PBB, Fadli Zon: Yusril Lupa Jasa Prabowo

Klaim Ikut Bentuk PBB, Fadli Zon: Yusril Lupa Jasa Prabowo

News | Sabtu, 10 November 2018 | 22:00 WIB

Yusril Siap Jadi Pengacara Rizieq Shihab di Arab Saudi

Yusril Siap Jadi Pengacara Rizieq Shihab di Arab Saudi

News | Jum'at, 09 November 2018 | 19:19 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×