Cegah Karhutla, KLHK Ajarkan Metode Mengolah Lahan Tanpa Bakar

Fabiola Febrinastri

Senin, 12 November 2018 | 09:48 WIB
Cegah Karhutla, KLHK Ajarkan Metode Mengolah Lahan Tanpa Bakar
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mensosialisasikan upaya pengolahan lahan tanpa bakar. (Dok: KLHK)

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mensosialisasikan upaya pengolahan lahan tanpa bakar. Salah satunya melalui pendampingan pada sekolah lapangan, yang dilaksanakan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Beberapa waktu lalu, pendampingan ini telah dilakukan kepada kelompok tani di Desa Mencolok, Kecamatan Mencolok Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Materi yang disampaikan adalah metode-metode pengolahan lahan tanpa bakar, seperti sistem agroforestry dan penggunaan cuka kayu hasil olahan sendiri untuk pemupukan tanaman. Sejak setengah tahun yang lalu, para petani di Desa Mencolok telah menggunakan sistem tumpang sari, yang memadukan tanaman keras dengan tanaman sayur.

Jaenudin, Ketua Kelompok Tani Desa Mencolok, mengungkapkan, kelompok mereka telah menerapkan sistem membuka lahan tanpa bakar, karena pengalaman yang buruk atas kejadian kebakaran hutan dan lahan pada 2015.

“Ketika kami bakar lahan, suburnya paling hanya seminggu, karena cacingnya mati, sehingga tanah menjadi tidak subur,” tuturnya.

Di sekolah lapangan, para penyuluh pendamping juga mengajarkan cara membuat cuka kayu dari bahan bakaran yang tersedia di lahan, dan membuat kompos sebagai pupuk dasar. Tidak lupa, materi pemadaman dini juga disampaikan, sebagai antisipasi kejadian karhutla yang mungkin terjadi.

Cuka kayu atau dikenal juga sebagai asap cair (liquid smoke) adalah produk cair yang terbentuk melalui proses destilasi (penyulingan), dan kondensasi (pengembunan) asap sisa proses pembuatan arang, yang dapat dihasilkan dari pemanfaatan limbah biomassa. Manfaat cuka kayu tersebut antara lain, dapat menjadi pengental alami getah karet sehingga meningkatkan kualitasnya sebagai penghilang bau dan antibakteri untuk ternak, serta campuran makanan untuk ternak.

Sementara itu, Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, terus menekankan pentingnya upaya pencegahan karhutla, terutama melalui berbagai pendekatan kepada masyarakat.

“Kami terus berusaha mendorong berbagai inovasi agar masyarakat memiliki pilihan lebih positif dalam membuka lahannya tanpa membakar", jelasnya.

baca juga

Menurutnya, inovasi sekolah lapangan merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan.

"Petani juga diharapkan mampu mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumber daya setempat. Mereka juga harus memiliki wawasan lingkungan sehingga usaha tani akan lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan," lanjutnya optimistis.

Pelaksanaan sekolah lapangan di Desa Mencolok turut didukung oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) KLHK, Manggala Agni, penyuluh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta mitra terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:16 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih 63 Penghargaan di Ajang ENSIA 2025

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih 63 Penghargaan di Ajang ENSIA 2025

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 17:50 WIB

Ekoregion Pembangunan Wilayah di Papua sebagai Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Ekoregion Pembangunan Wilayah di Papua sebagai Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Your Say | Senin, 23 September 2024 | 19:05 WIB

Ada Permen LHK 10/2024, Aktivis Lingkungan Diminta Lebih Kritis Terhadap Kerusakan Alam

Ada Permen LHK 10/2024, Aktivis Lingkungan Diminta Lebih Kritis Terhadap Kerusakan Alam

News | Jum'at, 13 September 2024 | 15:41 WIB

Belajar Pelestarian Lingkungan di Festival LIKE 2

Belajar Pelestarian Lingkungan di Festival LIKE 2

Foto | Sabtu, 10 Agustus 2024 | 21:06 WIB

Terapkan Ekonomi Sirkuler, Pengelolaan Limbah FABA PLN Diapresiasi KLHK

Terapkan Ekonomi Sirkuler, Pengelolaan Limbah FABA PLN Diapresiasi KLHK

News | Jum'at, 28 Juni 2024 | 13:49 WIB

Green Ramadan KLHK: Gen-Z, Agen Perubahan untuk Pelestarian Lingkungan di Masa Depan

Green Ramadan KLHK: Gen-Z, Agen Perubahan untuk Pelestarian Lingkungan di Masa Depan

Video | Selasa, 09 April 2024 | 11:38 WIB

SIG Tuai Berkah dari Bisnis Berwawasan Lingkungan

SIG Tuai Berkah dari Bisnis Berwawasan Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 22 Desember 2023 | 12:50 WIB

Komisi IV Siap Perjuangkan Aspirasi Hak Masyarakat Adat Papua pada KLHK

Komisi IV Siap Perjuangkan Aspirasi Hak Masyarakat Adat Papua pada KLHK

DPR | Rabu, 20 Desember 2023 | 14:15 WIB

267 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di RI Kebakaran, Ludes Dilahap Si Jago Merah

267 Ribu Hektare Hutan dan Lahan di RI Kebakaran, Ludes Dilahap Si Jago Merah

Bisnis | Rabu, 04 Oktober 2023 | 18:04 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×