Nihil Payung Hukum, Fenomena Mabuk Pembalut Tak Bisa Ditindak

Agung Sandy Lesmana

Senin, 12 November 2018 | 20:06 WIB
Nihil Payung Hukum, Fenomena Mabuk Pembalut Tak Bisa Ditindak
ilustrasi pembalut [shutterstock]

Suara.com - Fenomena anak jalanan yang memanfaatkan air rebusan pembalut untuk mabuk rupanya belum bisa ditindaklanjuti oleh aparat karena belum adanya payung hukum.

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Nasional Narkotika Propinsi (BNNP) Jawa Tengah, AKBP Suprinarto menyatakan, BNNP tidak bisa menangkap pelaku lantaran kasus air rebusan pembalut wanita ini tidak ditemukan unsur zat adiktif.

"Tak ada kandungan napza, tapi ini gejala mengkhawatirkan. Menggangu dan meresahkan masyarakat," katanya, dalam Diskusi Mabuk Pembalut di Ruang Forum Wartawan Propinsi Jawa Tengah (FWPJT), Senin (12/11/2018).

Suprinarto pun meminta agar zat-zat yang ada dalam kandungan pembalut untuk jangan sampai terjual bebas di masyarakat. Hal ini disampaikannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan kandungan dalam pembalut untuk dipakai para remaja untuk mabuk-mabukan.

"Kalau mengejar napza nanti malah kecolongan, karena dikhawatirkan banyak zat legal ternyata bisa disalahgunakan. Makanya perlu antisipasi," tuturnya.

Kabag Operasi Direktorat Satuan Narkoba Polda Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar Joko Cahyono mengakui belum menemukan perangkat hukum yang mampu menjerat pelaku nge-fly dengan air rebusan pembalut. Tak ditemukan unsur narkoba membuat kepolisian serta-merta menangkap langsung pelaku.

"Soalnya kandungan rebusan ini tidak mengandung napza dan narkoba. Pemberantasan paling dari sisi sosial. Kami mendorong Binmas untuk mensosialisasikan adanya fenomena ini," katanya.

Dia mengaku, untuk pemberantasan narkotika pihaknya tidak setengah-setengah. Selama satu tahun Polda Jateng sudah ada 18 kasus narkotika yang diungkap dan masuk proses hukum.

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah Rahmah Nurhayati mengaku sampai saat ini belum mendapat uji sampel isi kandungan bahan adiktif yang ada dalam air rebusan pembalut.

baca juga

"Karena semua perangkat peraturannya ada di dinas kabupaten kota, kami belum menerima sampling hasilnya," ujarnya.

Di Dinas Kesehatan Propinsi Jateng juga terkendala masalah aturan regulasi. Sesuai UU Otonomi Darah Nomor 32 jika semua wewenang tindakan dikembalikan oleh Dinas Kabupaten Kota.

"Kami tak dapat menjangkau kalau itu soal kandungan napza, kalau kita lakukan sama halnya kami menabrak aturan Otda. Begitu juga dengan penanganan HIV AIDS yang sudah diambil alih pusat," tukasnya. 

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Goyang Erotis saat Acara Pemkab Sragen, Bupati: Astaghfirullah

Goyang Erotis saat Acara Pemkab Sragen, Bupati: Astaghfirullah

News | Senin, 12 November 2018 | 19:42 WIB

Anak Jalanan Mabuk Rebusan Pembalut Sambil Isap Obat Nyamuk

Anak Jalanan Mabuk Rebusan Pembalut Sambil Isap Obat Nyamuk

News | Senin, 12 November 2018 | 15:13 WIB

Sikap Disdik Jateng Terkait Video Siswa Keroyok Guru di Kendal

Sikap Disdik Jateng Terkait Video Siswa Keroyok Guru di Kendal

News | Senin, 12 November 2018 | 07:48 WIB

Viral Video Pak Guru Joko Dikeroyok Siswa di Kelas, Ini Faktanya

Viral Video Pak Guru Joko Dikeroyok Siswa di Kelas, Ini Faktanya

News | Minggu, 11 November 2018 | 18:53 WIB

Menteri Puan Syok Mabuk Pembalut Marak di Jawa Tengah

Menteri Puan Syok Mabuk Pembalut Marak di Jawa Tengah

News | Jum'at, 09 November 2018 | 21:11 WIB

Terkini

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:34 WIB

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:33 WIB

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

Gunung Merapi Kembali Terbakar, 30 Hektare Hutan Pinus Hangus: Titik Api Terus Bergerak ke Atas!

Gunung Merapi Kembali Terbakar, 30 Hektare Hutan Pinus Hangus: Titik Api Terus Bergerak ke Atas!

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

BRI Infinite Prioritas dan GarudaMiles Hadirkan Ekstra 27.000 Miles

BRI Infinite Prioritas dan GarudaMiles Hadirkan Ekstra 27.000 Miles

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 14:30 WIB

×