Ma'ruf Amin Dituntut Minta Maaf, Tim Prabowo: Ulama Lebih Paham

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 13 November 2018 | 13:25 WIB
Ma'ruf Amin Dituntut Minta Maaf, Tim Prabowo: Ulama Lebih Paham
Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Ma'ruf Amin dihibur pedangdut Anisa Bahar dan diserbu ibu-ibu saat menghadiri deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo dan Kiai Maruf Amin (Perempuan Ijma) di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Suhud Aliyudin menilai seharusnya Cawapres Nomor Urut 01, Ma'ruf Amin memahami imbas dari pernyataannya terkait diksi buta dan budeg yang telah dilontarkannya. Sebagai ulama besar, seharusnya Ma'ruf Amin memahami bagaimana menyikapi pihak yang merasa tersinggung atas diksi tersebut.

Suhud mengatakan, dengan adanya tuntutan dari Forum Tunanetra Menggugat kepada Ma'ruf Amin karena dinilai telah menyinggung kaum disabilitas, seharusnya hal tersebut bisa dijadikan pelajaran. Di mana Ma'ruf Amin harus lebih berhati-hati dalam penggunaan diksi.

"Saya kira itu pelajaran bagi Cawapres KH Ma'ruf Amin dan semua elit politik, untuk berhati-hati dalam menggunakan diksi agar tidak menyinggung pihak lain," kata Suhud kepada Suara.com, Selasa (13/11/2018).

Soal permintaan maaf, Suhud memastikan apabila Ma'ruf Amin sudah paham terlebih ia adalah sosok ulama besar.

Selain itu, kata Suhud, sebaiknya kampanye Pemilu 2019 kali ini para kandidat capres-cawapres harus lebih fokus kepada isu-isu yang berkaitan dengan kondisi masyarakat yang sesungguhnya, seperti masalah ekonomi.

"Soal maaf memaafkan, saya kira KH Ma'ruf Amin seorang ulama besar lebih faham soal itu. Beliau lebih faham soal itu. Sebaiknya kampanye fokus pada penyelesaian persoalan bangsa, seperti masalah ekonomi," pungkasnya.

Untuk diketahui, Forum Tunanetra Menggugat menuntut Ma'ruf Amin meminta maaf kepada seluruh penyandang disabilitas netra se-Indonesia karena dinilai menyinggung perasaan dan terkesan mendiskreditkan mereka.

Sekretaris Forum Tunanetra Menggugat, Yudi Yusfar mengatakan, pernyataan Ma'ruf itu sangat tendensius dan mendiskreditkan kaum tunanetra. Sebanyak 23 organisasi tunanetra se-Indonesia merasa terganggu dengan pernyataan itu.

Forum Tunanetra Menggugat tersebut menuntut Ma'ruf Amin meminta maaf secara terbuka selambat-lambatnya dalam waktu 10 hari sejak Senin 12 November 2018. Jika tak juga meminta maaf, kalangan disabilitas netra akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut.

baca juga

Namun tuntutan tersebut sudah dijawab oleh Maruf Amin. Menurutnya ada kesalahan dalam pemahaman tentang apa yang disampaikannya.

Ma'ruf Amin menyatakan, pernyataannya tak menyinggung fisik. Namun yang dimaksud Ma'ruf yakni buta hati karena masih mempertanyakan kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Itu kan salah paham. Yang saya maksud buta itu bukan buta mata, bukan budeg telinga tapi buta hati. Matanya nggak buta, jadi nggak ada hubungannya dengan fisik ya," ujar Ma'ruf Amin di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Reuni Akbar 212, Ma'ruf Amin: Tak Masalah, Asal...

Soal Reuni Akbar 212, Ma'ruf Amin: Tak Masalah, Asal...

News | Selasa, 13 November 2018 | 12:52 WIB

PDIP Soroti Janji Sandiaga Pilih Menteri dari Milenial

PDIP Soroti Janji Sandiaga Pilih Menteri dari Milenial

News | Selasa, 13 November 2018 | 12:42 WIB

Dituntut Minta Maaf Oleh Forum Tunanetra, Ini Jawaban Ma'ruf Amin

Dituntut Minta Maaf Oleh Forum Tunanetra, Ini Jawaban Ma'ruf Amin

News | Selasa, 13 November 2018 | 12:15 WIB

KPK Dukung Penuh KPU Umumkan 40 Caleg Mantan Napi Korupsi

KPK Dukung Penuh KPU Umumkan 40 Caleg Mantan Napi Korupsi

News | Selasa, 13 November 2018 | 10:34 WIB

Dua Rival Pilgub Jatim 2018 Dukung Jokowi - Maruf Amin

Dua Rival Pilgub Jatim 2018 Dukung Jokowi - Maruf Amin

News | Selasa, 13 November 2018 | 07:00 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×