Susul Kak Yanita, William Tewas Setelah Kritis Tertimpa Beton

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 14 November 2018 | 12:09 WIB
Susul Kak Yanita, William Tewas Setelah Kritis Tertimpa Beton
Ilustrasi jenazah (Shutterstock).

Suara.com - William Maleaki, seorang siswa Sekolah Dasar Negeri 141 Kota Pekanbaru akhirnya tewas setelah kritis dirawat di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. William tewas setelah tertimpa tembok beton sekolah tersebut.

Dengan tewasnya William, maka sudah 2 orang yang menjadi korban tewas robohnya tembok beton Sekolah Dasar Negeri 141 Kota Pekanbaru. Sebelumnya Yanita Octavilozy, siswi SMA Negeri 14 Pekanbaru juga tewas seketika setelah tertimpa beton.

Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto menjelaskan mereka tertimpa tembok beton setinggi dua meter dan sepanjang enam meter, Rabu (14/11/2018) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Salah satu korban selamat insiden beton roboh itu Rasyad Agus Triono (11), masih dirawat di rumah sakit. Rasyad berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan dalam insiden itu.

"Jadi sejauh ini korban meninggal sudah dua," ujar Santo.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tengah menyelidiki dugaan unsur pidana dalam insiden robohnya tembok Sekolah Dasar Negeri 141 Kecamatan Bukit Raya yang menyebabkan seorang siswa warga meninggal dunia, dan dua siswa mengalami luka-luka dimana satu diantaranya tengah kritis dan mendapat perawatan intensif.

"Apakah perbuatan ini melawan hukum atau ada unsur kesengajaan atau kelalaian, biarkan proses penyelidikan yang bekerja," kata Kombes Pol Susanto di tempat kejadian robohnya tembok beton tersebut.

Ia menjelaskan bahwa jajarannya masih terus berupaya mengumpulkan keterangan dan menyita sejumlah barang bukti termasuk lima unit sepeda motor yang turut tertimpa tembok setinggi dua meter dan sepanjang enam meter tersebut. Selain itu, dia juga menerangkan jajarannya turut terus mengumpulkan keterangan para saksi mata dalam insiden memilukan yang terjadi pukul 07.00 WIB pagi tadi tersebut.

"Sekarang terlalu dini kita menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab (dalam insiden ini)," lanjutnya.

baca juga

Dari penelusuran di tempat kejadian perkara, sejumlah warga menyebutkan bahwa insiden robohnya tembok tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

"Jam itu merupakan jam sibuk karena begitu banyak orang tua atau pengantar anak untuk masuk sekolah," kata salah seorang warga yang mengaku akrab disapa Mama Arif.

Perempuan yang keseharian berjualan persis di depan tembok itu mengatakan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. Bahkan dirinya mengaku terkejut ketika pagar sepanjang enam meter dengan tinggi sekitar dua meter itu tiba-tiba ambruk dan mengeluarkan dentuman keras.

"Setelah pagar roboh, saya langsung melihat darah mengalir dari balik tembok. Kami semua sudah berusaha membantu korban namun tak sanggup mengangkat tembok itu. Baru beberapa menit kemudian tiba bantuan dari Damkar dan Polisi," jelasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ke Sekolah Adik, Kak Yanitra Tewas Tertimpa Tembok Beton 2 Meter

Ke Sekolah Adik, Kak Yanitra Tewas Tertimpa Tembok Beton 2 Meter

News | Rabu, 14 November 2018 | 11:28 WIB

Nurdin, Nelayan Aceh Tewas Tenggelam saat Ditangkap di Myanmar

Nurdin, Nelayan Aceh Tewas Tenggelam saat Ditangkap di Myanmar

News | Rabu, 14 November 2018 | 07:30 WIB

Bardiman Tewas Mengenaskan Diserang Tawon Belang Hitam Misterius

Bardiman Tewas Mengenaskan Diserang Tawon Belang Hitam Misterius

News | Selasa, 13 November 2018 | 10:45 WIB

KAI Klaim Tak Ada Kesalahan Saat Kereta Melintas Viaduk

KAI Klaim Tak Ada Kesalahan Saat Kereta Melintas Viaduk

News | Jum'at, 09 November 2018 | 23:01 WIB

Selain Dua Tewas, Enam Penonton Drama Kolosal Surabaya Luka-luka

Selain Dua Tewas, Enam Penonton Drama Kolosal Surabaya Luka-luka

News | Jum'at, 09 November 2018 | 22:39 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×