Sebut Ahok ke PDIP Tepat, Fahri: Kalau ke PSI Kayaknya Berat

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 27 November 2018 | 14:20 WIB
Sebut Ahok ke PDIP Tepat, Fahri: Kalau ke PSI Kayaknya Berat
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah usai menerima audiensi Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2018 di Ruang Abdul Muiz Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/11/18). [Dok. DPR RI]

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai sangat tepat jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berkeingian menjadi kader PDI Perjuangan bisa dikatakan tepat. Sebab, kata dia apabila Ahok bergabung ke PSI kemungkinan tentu partai tersebut dapat berdiri lama.

Fahri mengaku sudah lama memprediksi kendaraan politik yang dipilih Ahok adalah PDI Perjuangan. Gelagat itu, kata dia, sudah terbaca sejak Ahok diduetkan bersama Joko Widodo saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

"Sudah ketahuan kan dari awal kan ini kan pelabuhan dia yang ke empat ya. PIB (Perhimpunan Indoesia Baru), kemudian Golkar, Gerindra lalu kemudian PDIP kan. Ya sejak waktu jadi Wagub dan Gubernur itu sudah garisnya sudah jelas itu," kata Fahri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (27/11/2018).

Fahri pun menilai keputusan Ahok jika ingin berlabuh ke PDIP sudah tepat. Sebab, kata Fahri langkah Ahok akan berat bila nantinya malah bergabung ke PSI.

"Sekarang waktunya untuk dia (Ahok) ditegaskan bahwa dia adalah kader PDIP dan ingin menjadi kader PDIP memang ini waktunya sudah waktunya. Kalau kader PSI kan kayak berat karena belum tentu masih ada nanti," pungkasnya.

Untuk diketahui, Ahok, disebut akan menjadi kader PDIP apabila kembali berpolitik seusai bebas dari penjara terkait kasus penistaan agama. Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam konsolidasi pemenangan Pemilu 2019 di DPC PDIP Sleman, Yogyakarta, Senin (26/11/2018) kemarin.

Dalam acara itu, Djarot yang pernah menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta mengaku sempat bertemu Ahok. Dari pertemuannya itu, kata Djarot, Ahok berniat bergabung ke PDIP jika sesuai menjalani masa penahanan terkait kasus penodaan agama.

"Dia (Ahok) bilang, 'kalau nanti saya masuk politik, saya pasti akan masuk PDIP'," ujar Djarot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Ingin Gabung PDIP, Fahri: Kalau Dukung Prabowo Baru Seru

Ahok Ingin Gabung PDIP, Fahri: Kalau Dukung Prabowo Baru Seru

News | Selasa, 27 November 2018 | 14:05 WIB

Farhat Abbas Usul PSI Didepak dari Koalisi Jokowi-Maruf

Farhat Abbas Usul PSI Didepak dari Koalisi Jokowi-Maruf

News | Selasa, 27 November 2018 | 13:09 WIB

Ahok Mau Masuk PDIP, FPI: Jangan Buat Gaduh Lagi

Ahok Mau Masuk PDIP, FPI: Jangan Buat Gaduh Lagi

News | Selasa, 27 November 2018 | 12:12 WIB

Politisi PDIP: Asyik Bayangin Ahok Jadi Petugas Partai

Politisi PDIP: Asyik Bayangin Ahok Jadi Petugas Partai

News | Selasa, 27 November 2018 | 11:49 WIB

Ahok Ingin Masuk PDIP, Masinton: Ingin Perjuangkan Pancasila

Ahok Ingin Masuk PDIP, Masinton: Ingin Perjuangkan Pancasila

News | Selasa, 27 November 2018 | 10:13 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB