Wapres JK Bawa Sejumlah Agenda Krusial ke KTT G20

Bangun Santoso, Achmad Fauzi

Rabu, 28 November 2018 | 07:54 WIB
Wapres JK Bawa Sejumlah Agenda Krusial ke KTT G20
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada upacara Penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (13/10). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla disertai Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan rombongan terbatas, bertolak ke Buenos Aires, Argentina, menghadiri Pertemuan KTT G20 yang digelar pada 30 November-1 Desember 2018.

Rombongan akan berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Rabu (28/11) hari ini.

G20 merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional, yang memiliki posisi strategis. Hal itu karena G20 secara kolektif mewakili 85% GDP dunia, 75% perdagangan global dan 2/3 penduduk dunia.

Pertemuan G20 membahas berbagai isu global, di antaranya ekonomi dan keuangan global, infrastruktur, investasi, energi, pembangunan, perdagangan, ketenagakerjaan, perubahan iklim, digitalisasi dan antikorupsi, kesehatan, kemitraan dengan Afrika, kesetaraan gender, pengungsi dan terorisme.

Identifikasi kepentingan Pemerintah RI pada KTT G20 2018 kali ini adalah Komitmen atas pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang dan inklusif; Komitmen atas sistem perdagangan multilateral yang adil, transparan, rules-based dan non-diskriminatif serta dukungan atas peran perdagangan internasional sebagai mesin pertumbuhan ekonomi global.

Pembentukan sistem pajak internasional yang adil dan efisien; Peningkatan partisipasi emerging economies dan negara berkembang dalam tata kelola ekonomi global; dan peningkatan koordinasi dan sinergi kebijakan makro ekonomi untuk meminimalkan spillover effects dan downside risks.

Aktivitas Wapres akan dimulai pada Jumat (30/11) pagi dengan mengadiri Leaders’s Retreat di Costa Salguero Centre.

Adapun tema pertemuan G20 kali ini ialah " Building Consensus for Fair and Sustainable Development ” dengan 3 prioritas, antara lain The future of work: unleashing people’s potential: upaya meningkatkan inklusifitas dan mengurangi kesenjangan melalui pemanfaatan teknologi, investasi pendidikan dan pelatihan, kebijakan fiskal dan reformasi struktural.

Kemudian Infrastructure for development : mobilizing private resources to reduce infrastructure deficits . Selanjutnya mengatasi global infrastructure gap melalui mobilisasi investasi swasta dan A sustainable food future: improving soils and increasing productivity.

baca juga

KTT ini rencananya dihadiri 19 negara G20 dan Uni Eropa, 7 negara undangan serta 10 wakil organisasi internasional.

Rangkaian KTT akan terdiri dari Leaders’ Retreat , sesi diskusi/intervensi pertemuan G20 (3 sesi), dan Leaders’ Dinner. Sesi pertama mengenai Putting People First (topik diskusi: ekonomi global, future of work , pemberdayaan wanita);

Sesi kedua tentang Building Consensus (topik diskusi: perdagangan internasional, sistem keuangan dan perpajakan internasional; Sesi 2b tentang pembangunan berkelanjutan, dan climate sustainability.

Kemudian sesi ketiga tentang Embracing the Opportunities (topik diskusi: infrastruktur, transisi energi, sustainable food future ).

G 20 kali ini diharapkan menghasilkan 2 dokumen utama yaitu Leaders Communique dan Buenos Aires Action Plan.

Dokumen-dokumen pendukung lainnya yang akan disampaikan pada Sabtu (1/12), antara lain mengenai Isu Ekonomi digital: G20 Menu of Policy Options for the Future of Work; G20 Digital Repository; G20 Policy Guide on Digitalization and Informality ; Isu Infrastruktur: G20 Roadmap to Infrastructure as an Asset Class; G20 principles for Project Preparation; Isu Pembangunan berkelanjutan: G20 Initiatiative for Early Childhood Development ; dan Anti korupsi: G20 Principles on Preventing Corruption and Ensuring Integrity in State-Owned Enterprises; G20 Principles on Preventing and Managing Conflict of Interest in the Public Sector.

Di sela-sela KTT tersebut Wapres diagendakan bertemu dengan Pemerintah Argentina, Arab Saudi, Turki, Brazil dan Australia. Agenda lainnya adalah pertemuan dengan warga Indonesia di Buenos Aires.

"Ya beberapa negara sudah ada yang minta kepada saya, ada tiga negara kepada Indonesia. Kita juga minta beberapa kepala negara untuk bertemu," terangnya kepada awak media di kantor Wapres pada Selasa sore (27/11).

Kunjungan kerja Wapres kali ini didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Meteri PAN dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah terlebih dahulu berada di Argentina.(Husain Abdullah-Jubir Wapres RI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK Yakin Dugaan Korupsi Dahnil Tak Berhubungan dengan Pilpres

JK Yakin Dugaan Korupsi Dahnil Tak Berhubungan dengan Pilpres

News | Selasa, 27 November 2018 | 15:58 WIB

JK Sebut Kader Muhammadiyah Tak Harus Ikut Mendukung Prabowo

JK Sebut Kader Muhammadiyah Tak Harus Ikut Mendukung Prabowo

News | Senin, 26 November 2018 | 12:40 WIB

Wapres JK Buka Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah di Bantul

Wapres JK Buka Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah di Bantul

News | Senin, 26 November 2018 | 10:53 WIB

JK Segera Undang 41 Pengurus Masjid Radikal, Mau Dikontrol

JK Segera Undang 41 Pengurus Masjid Radikal, Mau Dikontrol

News | Minggu, 25 November 2018 | 17:15 WIB

Wapres JK: Semakin Mahal Masjid, Makin Jelek Suaranya

Wapres JK: Semakin Mahal Masjid, Makin Jelek Suaranya

News | Minggu, 25 November 2018 | 15:58 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×