Sempat Kena Abrasi, Nelayan Binaan BAZNAS Ini Sukses Panen Kerang

MN Yunita

Rabu, 28 November 2018 | 15:48 WIB
Sempat Kena Abrasi, Nelayan Binaan BAZNAS Ini Sukses Panen Kerang
Nelayan di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah panen kerang bersama, Rabu (28/11/2018). (Dok:BAZNAS)

Suara.com - Nelayan di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah melakukan panen kerang bersama, Rabu (28/11/2018).

Budidaya kerang di area lahan terdampak abrasi ini merupakan bagian dari program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

Hadir dalam acara panen kerang bersama ini, anggota BAZNAS, Nana Mintarti, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono, Bupati Demak, Mohammad Natsir, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan Ketua BAZNAS Kabupaten Demak.

"BAZNAS memberdayakan para nelayan di Desa Bedono dengan melaksanakan program ZCD berupa Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Terdampak Abrasi Air Laut, yakni dengan budidaya kerang. BAZNAS berharap, program ini dapat meningkatkan penghasilan para nelayan," kata Nana.

Ia menambahkan, sebanyak 71 Kepala Keluarga berpartisipasi dalam program tersebut. Mereka telah melakukan budidaya kerang darah, kerang hijau, dan rumput laut sejak April 2018. Bahkan pada Oktober lalu, para nelayan juga berhasil memanen kerang darah sebanyak 21 ton dan berhasil meraup omzet 210 juta.

Dengan meningkatnya penghasilan kelompok nelayan budidaya, membuat mereka tergerak hatinya menyisihkan rezekinya untuk membayar zakat.

Saat ini kelompok budidaya telah menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah hasil dari panen kerang sebesar Rp5 juta kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Desa Bedono yang juga baru dibentuk.

"Ini yang membuat program ZCD kerang di Desa Bedono ini menjadi sangat istimewa. Rasa syukur para nelayan ditunjukkan dengan menunaikan zakat, sangat menginspirasi dan menambah energi masyarakat banyak," katanya.

Sekda Jawa Tengah, Sri Puryono juga turut mengapresiasi para nelayan yang begitu gigih bangkit dari situasi sulit hingga berhasil dalam budidaya kerang.

baca juga

"Sejak lahan pertaniannya dilanda abrasi pada 1995, masyarakat Desa Bedono beralih menjadi nelayan dan buruh pabrik yang penghasilannya tidak menentu. Alhamdulillah saat ini dengan bantuan dari BAZNAS, masyarakat Desa Bedono dapat kembali bangkit menuju kemandirian," katanya.

Program budidaya kerang nantinya akan terus dikembangkan agar lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaatnya.

ZCD merupakan program pemberdayaan yang dikembangkan oleh BAZNAS dengan berbasis komunitas atau desa yang mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.

Desa Bedono terletak di pesisir Laut Jawa dan berpenduduk 3.343 jiwa. Sebanyak 90 persen masyarakat desa ini berada di bawah garis kemiskinan dengan tingkat pendidikan rata-rata hanya lulus SD dan SMP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

×