Olah TKP Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Santri, Polisi Gunakan Alat 3 Dimensi

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 29 November 2018 | 14:19 WIB
Olah TKP Kecelakaan Maut Tewaskan 3 Santri, Polisi Gunakan Alat 3 Dimensi
Kecelakaan maut pesantren di Tangerang. (capture)

Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus kecelakaan maut mobil pikap yang menewaskan tiga korban jiwa di Green Lake City, Cipondoh, kota Tangerang pada Kamis (29/11/2018).

Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, polisi menggunakan alat teknologi Traffic Analysis Accident (ATT) selama melakukan olah TKP di lokasi kecelakan.

"Hari ini kita melakukan olah TKP dibantu dengan peralatan TAA (Traffic Analysis Accident) dibantu teknologi 3 dimensi laser," kata Budiyanto saat dikonfirmasi.

Menurutnya, alat tersebut bisa memfoto dan merekam detik-detik saat peristiwa kecelakaan tersebut terjadi. Alat tiga dimensi itu juga memiliki piranti lunak yang bisa mengolah foto dan video dalam bentuk animasi.

"Memang di dalam alat itu ada laser scanner yang bisa memfoto atau merekam di tempat-tempat kejadian. Di dalamnya juga ada software yang akan mengolah dari pada foto itu, kemudian ada elemen, dalam rangka nanti menyampaikan dalam bentuk animasi video hasil dari pada software itu," katanya.

Budiyanto menyampaikan, olah TKP dengan penggunaan teknologi ini dapat memberikan gambaran kronologi dan penyebab mobil berpenumpang 23 santri terguling.

"Dari olah TKP adalah mendapatkan suatu gambaran, tentang kejadian kecelakaan lalu lintas dan penyebabnya. Bagaimana keadaan jalan, bagaimana keadaan lingkungan, bagaimana posisi kendaraan pada saat terjadi kecelakaan, termasuk mungkin korban-korban yang ada di TKP," ungkapnya.

Lebih lanjut, Budiyanto juga menyebutkan jika olah TKP ini dilakukan untuk menjadi bukti pendukug dalam kecelakaan maut tersebut.

"Olah TKP nanti dapat menjadi bukti pendukung, karena nanti bisa dalam bentuk video animasi, tentang rekonstruksi dari kejadian laka lantas, sebelum, sesaat, maupun pasca kecelakaan itu sendiri," tutur Budiyanto.

baca juga

Dia menambahkan, hasil olah TKP kasus ini kemungkinan akan keluar pada pekan depan.

"Hasilnya kami usahakan mungkin satu minggu. Yang jelas nanti hasilnya bisa merekonstruksi tentang kejadian laka lantas baik sebelum, sesaat maupun sesudah," pungkasnya.

Diketahui, sebuah mobil pikap yang mengangkut 23 anggota Pesantren Miftahul Huda, Tangerang, Banten mengalami kecelakaan di Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (25/11/2018).

Rombongan santri yang menumpang pikap tersebut baru saja pulang dari acara Maulid Nabi. Kecelakaan ini menewaskan tiga orang santri, yaitu Syaif Ali Maulana (14), Mahmud Hanafi (16), dan Sofyan (15).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diikat dan Dilakban Perampok, Yulianto Dibuang ke Pinggir Jalan

Diikat dan Dilakban Perampok, Yulianto Dibuang ke Pinggir Jalan

News | Kamis, 29 November 2018 | 12:10 WIB

Jalan Raya Puncak Retak, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin

Jalan Raya Puncak Retak, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin

News | Rabu, 28 November 2018 | 19:05 WIB

Digagahi Saat Cuci Piring, David Ketagihan 4 Tahun Cabuli Anak

Digagahi Saat Cuci Piring, David Ketagihan 4 Tahun Cabuli Anak

News | Rabu, 28 November 2018 | 15:29 WIB

Dua Pelaku Lain Kasus Dufi Masih Diburu, Ini Perannya

Dua Pelaku Lain Kasus Dufi Masih Diburu, Ini Perannya

News | Selasa, 27 November 2018 | 18:43 WIB

Rampok Emas Hingga Uang Receh, Mat Roji Akhirnya Ditembak Polisi

Rampok Emas Hingga Uang Receh, Mat Roji Akhirnya Ditembak Polisi

News | Selasa, 27 November 2018 | 15:00 WIB

Terkini

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB