Ngaku Rasul Allah, Ini Anehnya Dua Kalimat Syahadat Sensen Komara

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 04 Desember 2018 | 15:32 WIB
Ngaku Rasul Allah, Ini Anehnya Dua Kalimat Syahadat Sensen Komara
Sensen Komara Bakar Misbah, warga Dusun Cibodas Rea, Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menggegerkan warga setempat karena mengaku rasul. [dok.MUI]

Suara.com - Sensen Komara Bakar Misbah, warga Dusun Cibodas Rea, Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghebohkan publik karena mengakui sebagai rasul alias utusan terakhir Allah.

Ketua MUI Kecamatan Caringin Ahmad Nurjaman mengatakan, pernyataan Sensen Komara sebagai rasul dan menyebarkan ajarannya terungkap setelah satu keluarga setempat berikrar sebagai pengikut.

“Awalnya, Agustus lalu, kami mendapat surat dari keluarga Hm di Caringin. Dia meminta izin salat menghadap ke Timur seperti yang diajarkan Sensen,” kata Nurjaman dalam pernyataan tertulis yang didapat Suara.com, Selasa (4/12/2018).

Ia menuturkan, MUI setempat mengajak Hm berdiskusi agar kembali ke ajaran Islam yang benar. Namun, pada tanggal 20 November, Hm kembali mengirimkan surat dan menyatakan mengakui Sensen Komara sebagai rasul.

“Kami sekeluarga, satu-satu warga negara RI yang mengakui kepada Bapak Drs Sensen Komara BM Esa sebagai Rasul Allah dengan dasar atas keyakinan kami,” demikian cuplikan surat Hm kepada MUI setempat.

Tak hanya itu, dalam surat itu juga Hm mengungkap dua kalimat syahadat sebagai pembaitan terhadap kerasulan Sensen Komara.

Dua kalimat syahadat itu berbeda dengan umumnya dalam Islam: “Ashadu Ala Ilaha Illallah Wa Ashhadu Anna Bapak Drs Sensen Komara bin Bapak Bakar Misbah bin Bapak KH Mugni Rasulalloh.”

Sementara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah menangani satu keluarga pengikut ajaran Sensen Komara yang mengaku sebagai rasul akhir zaman.

“Sudah diproses, agar paham tersebut tidak meluas dan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat umum lainnya. Kami juga sudah pantau aktivitas keluarga Hm," kata Kepala Badan Kesbangpol Garut Wahyudijaya seperti diberitakan Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sensen Komara, Warga Garut yang Dianggap sebagai Rasul Allah

Sensen Komara, Warga Garut yang Dianggap sebagai Rasul Allah

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:35 WIB

Truk Tabrak Motor Lalu Terjun ke Jurang, Satu Orang Tewas

Truk Tabrak Motor Lalu Terjun ke Jurang, Satu Orang Tewas

News | Sabtu, 24 November 2018 | 02:04 WIB

Aksi Nekat Wartawan Gadungan Bikin Puluhan Kepsek Garut Ketakutan

Aksi Nekat Wartawan Gadungan Bikin Puluhan Kepsek Garut Ketakutan

News | Jum'at, 23 November 2018 | 07:30 WIB

Prabowo: Saking Takutnya, Bilang Ada Genderuwo Politik

Prabowo: Saking Takutnya, Bilang Ada Genderuwo Politik

News | Sabtu, 17 November 2018 | 18:21 WIB

Terkini

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB