Berharap Dapat Madu, Nyawa Adi Melayang Disengat Kawanan Tawon

Bangun Santoso

Kamis, 06 Desember 2018 | 15:45 WIB
Berharap Dapat Madu, Nyawa Adi Melayang Disengat Kawanan Tawon
Ilustrasi kawanan tawon atau lebah. (Shutterstock)

Suara.com - Pemuda asal Eromoko Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah bernama Adi Cipto Purwanto (28) tewas mengenaskan usai sekujur tubuhnya disengat tawon yang diduga bersarang di pohon. Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (4/12/2018).

Mengutip laman Solopos.com, sebelum tewas, Adi tengah memanjat sebuah pohon kelapa. Namun ketika berada di atas pohon, tiba-tiba ia diserbu kawanan tawon yang langsung menyengat sekujur tubuhnya. Tak kuat menahan, Adi nekat menjatuhkan diri dari atas pohon kelapa. Hingga akhirnya ia ditemukan tewas.

Hanya saja, belum diketahui secara pasti apa penyebab meninggalnya Adi. Apakah karena luka di wajah usai menjatuhkan diri dari atas pohon kelapa atau karena sengatan tawon.

Dari informasi, peristiwa nahas itu terjadi di daerah Pucung Kidul RT 001/RW 004, Desa Pucung, Eromoko.

Kapolsek Eromoko, Iptu Anom Prabowo, Rabu (5/12/2018) menceritakan, kejadian bermula saat Adi bersama lima temannya hendak mencari madu tawon gung yang oleh penduduk setempat juga disebut tawon setan.

Mencari madu tawon gung menjadi pekerjaan sampingan oleh banyak warga Pucung. Hal itu lantaran madu tawon tersebut bisa dijual dengan harga tinggi, yakni mencapai Rp 300.000-Rp 350.000 per botol sirup.

Sedianya Adi ingin mengambil madu di sarang yang menempel di sebuah pohon sengon setinggi kurang lebih 15 meter. Pohon itu dekat dengan pohon kelapa. Temannya memperingatkan agar Adi tak mengambil sendiri agar sarang tawon bisa terambil dengan cepat.

Selanjutnya warga Duwet RT 001/RW 009, Pasekan, Eromoko itu mengajak lima temannya. Sampai di lokasi, teman Adi, Warsito, mencoba mengambil sarang tawon terlebih dahulu dari pohon kelapa.

Belum sampai di bagian pohon yang dituju, dia turun karena tubuhnya sakit setelah disengat beberapa tawon.

baca juga

Setelah itu giliran Adi. Dia memanjat pohon kelapa sampai nyaris di bagian pohon yang dituju. Beberapa meter dari bagian pohon yang dituju, kawanan tawon gung menyerangnya. Saat itu kawanan tawon lainnya juga menyerang temannya yang menunggu di bawah.

Adi yang merasa kesakitan akibat disengat langsung turun dengan cara meluncur. Lebih kurang tiga meter sebelum mencapai tanah, Adi diduga sengaja menerjunkan diri. Nahas, dia terjatuh dalam posisi tertelungkup dengan wajah terkena bagian tepi pelepah pohon kelapa.

“Saat dicek beberapa gigi korban (Adi) tanggal. Ketika itu korban setengah sadar. Kemudian temannya membawanya ke Klinik Mulya Darma di Eromoko. Namun, saat sampai di klinik korban sudah meninggal dunia,” kata Anom mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Dia melanjutkan, penyebab kematian Adi belum diketahui secara pasti. Kapolsek menduga penyebab utama kematian Adi antara akibat sengatan lebah dan luka di wajah yang dialaminya karena terjatuh.

Terlepas dari hal itu, sengatan tawon gung bisa mengakibatkan rasa sangat sakit. Tiga hari sebelumnya, ada warga yang juga diserang tawon gung di lokasi yang sama.

Saat itu warga sedang mencari rumput. Akibat sengatan kawanan tawon itu, warga bersangkutan sampai dirawat di rumah sakit selama tiga hari.

Masalah tawon di Wonogiri ditangani UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Projo (Satpol PP). Kepala Satpol PP Wonogiri, Waluyo menyatakan, UPTD Damkar siap memberantas tawon gung di Pucung Kidul.

Hingga Rabu sore dia belum mendapat laporan keberadaan sarang tawon tersebut. Satpol PP tak bisa langsung mengatasi masalah tawon gung itu karena tidak menutup kemungkinan tawon tersebut menjadi andalan warga untuk mencari pendapatan tambahan.

"Kalau mau mengambil madu perhatikan keselamatan juga. Kalau bisa pakai alat pengaman badan," ujar Waluyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Putus Asa, Kakek Gantung Diri di Kandang Sapi Wonogiri

Diduga Putus Asa, Kakek Gantung Diri di Kandang Sapi Wonogiri

News | Senin, 19 November 2018 | 06:00 WIB

Bardiman Tewas Mengenaskan Diserang Tawon Belang Hitam Misterius

Bardiman Tewas Mengenaskan Diserang Tawon Belang Hitam Misterius

News | Selasa, 13 November 2018 | 10:45 WIB

Sarang Tawon 'Raksasa' Menghebohkan Warga Kali Sari Jakarta

Sarang Tawon 'Raksasa' Menghebohkan Warga Kali Sari Jakarta

News | Senin, 05 November 2018 | 14:34 WIB

Putus Cinta, Hidup Rini Berakhir pada Seutas Tali Rafia

Putus Cinta, Hidup Rini Berakhir pada Seutas Tali Rafia

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:45 WIB

Musala Mapolres Wonogiri Diserang, Pelaku Sempat Pamer Kemaluan

Musala Mapolres Wonogiri Diserang, Pelaku Sempat Pamer Kemaluan

News | Rabu, 19 September 2018 | 22:06 WIB

Terkini

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:05 WIB

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Surakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:03 WIB

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo

BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:00 WIB

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:56 WIB

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:52 WIB

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:51 WIB

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

×