Partai Gerindra Bantah Instruksikan Kader Sebar Isu Jokowi PKI

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 12 Desember 2018 | 12:23 WIB
Partai Gerindra Bantah Instruksikan Kader Sebar Isu Jokowi PKI
Presiden Joko Widodo (tengah) saat mengikuti Senam Tera Indonesia di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/12). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Suara.com - Partai Gerindra menegaskan tidak pernah menginstruksikan kadernya untuk menyebarkan fitnah. Hal tersebut menyinggung perkataan mantan kadernya, La Nyalla Mattalitti yang mengaku telah menyebarkan fitnah soal Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai keluarga PKI serta komunis.

Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid menjelaskan, kalau pernyataan La Nyalla itu tidak ada kaitannya dengan partai Gerindra. Bahkan ia menegaskan kalau Partai Gerindra tidak mengambil kebijakan untuk memerintahkan kadernya menyebarkan isu Jokowi komunis atau anak PKI.

"Partai Gerindra, pemimpin Partai Gerindra, tidak pernah berfikir, apalagi mengambil kebijakan, apalagi memerintahkan kepada kader dan anggotanya untuk menuduh Jokowi sebagai komunis atau anak komunis atau anak PKI," kata Sodik saat dihubungi wartawan, Rabu (12/12/2018).

Oleh sebab itu Sodik mengungkapkan kalau pengakuan La Nyalla yang pernah menyebarkan fitnah Jokowi murni dari inisiatif La Nyalla sendiri.

"Pernyataan dan tuduhan La Nyalla masa lalu, bahwa Jokowi seorang komunis dan atau anak komunis, merupakan inisiatif dan pernyataan pribadi sendiri," ujarnya.

Sementara, terkait isu Jokowi anak komunis atau keturunan PKI, Sodik menilai hal tersebut bukanlah sebuah tuduhan. Sodik menyebut kalau hal itu harus diselidiki dengan menggunakan dokumen negara.

"Perihal komunis atau PKI-nya Jokowi, keluarganya dan juga orang lain, bukan untuk dituduhkan tapi bisa diselediki dan dicocokan dengan dokumen keamanan negara, secara jujur dan berbasis data," pungkasnya.

Untuk diketahui, Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mattalitti menyambangi kediaman Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta pada Selasa (11/12/2018).

La Nyalla mengakui kedatangannya menemui Maruf untuk menyampaikan permohonan maaf serta menjenguk Ketua nonaktif MUI itu.

Sebab, kata La Nyalla, dirinya merupakan orang yang menyebarkan isu dan menyebarkan fitnah bahwa Jokowi kader PKI, Cina dan beragama Kristen, serta penyebar majalah Obor di wilayah Jawa Timur hingga Pulau Madura beberapa tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terpilih Jadi Cawapres Jokowi, Maruf Amin Ungkap Kekecewaan di 2018

Terpilih Jadi Cawapres Jokowi, Maruf Amin Ungkap Kekecewaan di 2018

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 12:00 WIB

Akan Bertemu Jokowi 17 Desember, Ini Salah Satu Obrolan Sandiaga Nanti

Akan Bertemu Jokowi 17 Desember, Ini Salah Satu Obrolan Sandiaga Nanti

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 10:39 WIB

Sandiaga Sebut 17 Desember Akan Bertemu Jokowi

Sandiaga Sebut 17 Desember Akan Bertemu Jokowi

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 10:28 WIB

Ma'ruf Amin: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama di Indonesia

Ma'ruf Amin: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama di Indonesia

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 23:42 WIB

Bagi Suvenir saat Reses, Caleg Partai Gerindra Divonis 4  Bulan Penjara

Bagi Suvenir saat Reses, Caleg Partai Gerindra Divonis 4 Bulan Penjara

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 03:05 WIB

Terkini

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:34 WIB

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:33 WIB

Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni

Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:30 WIB

Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh

Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:27 WIB

Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi

Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik

Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:16 WIB

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:09 WIB

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:07 WIB

PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu:  Kalau Oposisi Ya Oposisi

PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu: Kalau Oposisi Ya Oposisi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:04 WIB