Tarik Ulur RUU Pertembakauan, Ada Intervensi Korporasi?

Dwi Bowo Raharjo, Erick Tanjung

Kamis, 13 Desember 2018 | 14:23 WIB
Tarik Ulur RUU Pertembakauan, Ada Intervensi Korporasi?
Ilustrasi daun tembakau kering

Suara.com - Selama bertahun-tahun, Hasbullah Thabrany berjuang pengendalian tembakau di Indonesia. Selama ini bersama sejumlah elemen masyarakat, ia mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang pro kesehatan publik di parlemen melalui rapat dengar pendapat (RDP) hingga melobi anggota dan fraksi di DPR.

Khususnya adalah advokasi Rancangan Undang-undang Pertembakauan (RUU-P) yang mayoritas pasal-pasalnya berpihak pada kepentingan industri rokok. Di sela-sela kesibukannya Hasbullah terus menyebar perjuangan dalam pengendalian tembakau.

Namun ia merasa, sebagai akademisi upaya untuk berjuang melakukan pengendalian tembakau belum kuat. Oleh sebab itu, ia ingin melakukan perubahan dengan menjadi anggota DPR di Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan.

Kini, Ketua Asosiasi Ekonomi Kesehatan Indonesia (InaHea) dan Senior Policy Advisor ThinkWell ini maju sebagai calon legislatif dari PDI Perjuangan di Pemilu 2019.

"Tujuan saya ikut dalam pencalonan diri di parlemen melalui Pemilu ke depan supaya lebih banyak memperjuangkan agar RUU-P tidak disahkan. Saya tidak takut dilawan korporasi rokok, karena dalam demokrasi itu hal yang wajar," kata Hasbullah kepada Suara.com belum lama ini di Bogor, Jawa barat.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini, maju dari daerah pemilihan atau Dapil VI Jawa Barat, yakni Kota Depok dan Bekasi. Ia memilih maju jadi caleg dari PDI Perjuangan karena partai pemerintah yang punya kursi terbanyak di parlemen.

"Kenapa saya memilih PDIP, karena kalau saya mau merubah sesuatu itu harus dari partai besar, partai pemerintah. Saya ngincar komisi IX," ungkap dia.

Dia mengaku sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak menaikkan cukai rokok pada 2019. Menurutnya kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan cukai rokok itu bertolak belakang dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yakni menurunkan jumlah perokok di kalangan anak di bawah umur.

Mengingat dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan menurunkan jumlah perokok pemula dari angka 7 lebih menjadi 5,2 persen. Namun 2016 saja angkanya justru naik menjadi 8,8 persen.

baca juga

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukan prevalensi perokok di Indonesia pada usia 15 tahun meningkat sebesar 36,3 persen dibandingkan dengan Tahun 1995 yaitu 27 persen. Tidak heran jika Indonesia menjadi negara nomor tiga terbanyak jumlah perokoknya di dunia setelah Cina dan India.

"Perkiraan saya dengan tidak dinaikkannya cukai rokok pada 2019 mendatang akan menyebabkan jumlah konsumsi rokok di Indonesia akan meningkatkan. Apalagi pemerintah memberikan dana Bansos (Bantuan Sosial) ke masyarakat, sehingga konsumsi rokok akan meningkatkan. Harga rokok tidak naik, sementara uang masyarakat nambah dari Bansos," tuturnya.

Pakar di bidang asuransi kesehatan dan jaminan sosial ini menuturkan, di banyak negara Undang-undang Pertembakauan berisi tentang regulasi pembatasan konsumsi rokok. Tetapi anehnya di Indonesia Rancangan Undang-undang Pertembakauan (RUU-P) justru mempromosikan rokok dan memelihara pertanian tembakau.

Rokok memang tak berefek langsung pada kesehatan manusia, berbeda dengan narkoba. Makanya seluruh negara-negara dunia sepakat tidak melarang rokok, namun perlu dikendalikan seperti alkohol.

Menjerat Kaum Miskin

Hasbullah mengungkapkan, di Indonesia rokok menjerat kaum miskin. Sebab penelitiannya menunjukkan, rokok menjadi kebutuhan pokok setelah beras bagi mayoritas warga kelas menengah bawah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masa Persidangan II DPR Rampungkan 4 RUU menjadi Undang-Undang

Masa Persidangan II DPR Rampungkan 4 RUU menjadi Undang-Undang

DPR | Kamis, 13 Desember 2018 | 13:34 WIB

Intervensi Industri Rokok ke Dalam RUU Pertembakauan?

Intervensi Industri Rokok ke Dalam RUU Pertembakauan?

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 11:04 WIB

Politik Uang di Balik Keputusan Jokowi Batalkan Kenaikkan Cukai Rokok 2019?

Politik Uang di Balik Keputusan Jokowi Batalkan Kenaikkan Cukai Rokok 2019?

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 11:06 WIB

PPP Ikut Usul Bentuk Panja Misteri e-KTP Tercecer

PPP Ikut Usul Bentuk Panja Misteri e-KTP Tercecer

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 19:12 WIB

e-KTP Tercecer Berkali-kali, Fadli Zon: Mendagri Tak Becus!

e-KTP Tercecer Berkali-kali, Fadli Zon: Mendagri Tak Becus!

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 12:50 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:09 WIB

CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf

CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:02 WIB

2 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Kulit Sensitif Tanpa SLS dan Alkohol

2 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Kulit Sensitif Tanpa SLS dan Alkohol

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:01 WIB

Mobil Listrik Hyundai Neira Siap Meluncur di GAW 2026

Mobil Listrik Hyundai Neira Siap Meluncur di GAW 2026

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 12:00 WIB

Novel Bungkam Suara: Ketika Kebebasan Berbicara Menjadi Sumber Perpecahan

Novel Bungkam Suara: Ketika Kebebasan Berbicara Menjadi Sumber Perpecahan

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:00 WIB

Dari Komik hingga Smartwatch, Cara Baru Mengajak Anak Muda Peduli Kesehatan

Dari Komik hingga Smartwatch, Cara Baru Mengajak Anak Muda Peduli Kesehatan

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:59 WIB

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:55 WIB

Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR

Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:54 WIB

Apakah SIM B1 Boleh Bawa Mobil Pribadi? Ini Aturannya

Apakah SIM B1 Boleh Bawa Mobil Pribadi? Ini Aturannya

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 11:53 WIB

Hutan Dibabat Demi Biomassa: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Krisis Iklim?

Hutan Dibabat Demi Biomassa: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Krisis Iklim?

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:52 WIB

×