Pemkot Jakut Akan Panggil Perusahaan Minyak Sayur Terkait Pasir Beracun

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio
Pemkot Jakut Akan Panggil Perusahaan Minyak Sayur Terkait Pasir Beracun
Pasir beracun di dekat rumah susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

"Kalau ini memang limbah B3, kami minta diusut tuntas, kami siap membantu memfasilitasi kementerian dan dinas lingkungan hidup."

Suara.com - Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengusut tuntas tumpukan pasir beracun di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Pasir tersebut diduga mengandung racun dari limbah industri minyak.

Ali Maulana menjelaskan, saat ini pasir yang sudah ada di rusun Marunda sejak Desember 2018 tersebut masih dalam proses uji laboratorium, belum dipastikan kandungan limbah apa yang ada di dalam pasir tersebut.

"Kalau ini memang limbah B3, kami minta diusut tuntas, kami siap membantu memfasilitasi kementerian dan dinas lingkungan hidup," ujar Ali Maulana kepada Suara.com, Selasa (8/1/2019).

Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menduga pasir beracun yang ditemukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara, berasal dari industri penghasil minyak. Indikasi awal pasir beracun itu merupakan limbah Spent Bleaching Earth (SBE).

Dari data sementara DLH DKI Jakarta tersebut, Ali menyatakan siap untuk memanggil beberapa perusahaan minyak di daerahnya untuk mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab atas tumpukan pasir beracun di rusun Marunda itu.

"Kalau memang ini fokus pada perusahaan minyak sayur, ya artinya tidak banyak, nanti bisa diusut kemana mereka buangnya, bisa diminta laporan manifesnya, mereka bekerja sama dengan perusahaan limbah mana, dan sebagainya," kata dia.

Meski demikian, Ali masih menunggu hasil rapat antara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang rencananya akan digelar pada Selasa (8/1/2019) hari ini.

"Hari ini kami mau cek lagi nanti hasil lab yang dirapatkan di kementerian LHK, sampel juga sudah diambil, dari kota Jakarta Utara berharap semua diusut tuntas," jelas Ali.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, pasir berancun di Rusun Marunda berbentuk halus seperti semen. Pasir beracun ini berwarna kecoklatan seperti tanah merah, berbeda dengan pasir pada umumnya yang berwarna abu-abu.

Jika terkena air dan dilindas kendaraan, pasir beracun ini akan memadat seperti tanah liat dan warnanya berubah menjadi hitam.

Diketahui, tumpukan pasir beracun itu tersebar di tiga titik di Rusun Marunda. Di antaranya di cluster B, depan Sekolah Dasar Negeri 02 Pagi dan di tikungan dekat gapura Rumah Si Pitung.

Tumpukan pasir beracun sering digunakan oleh warga untuk dijadikan urukan untuk membangun rumah atau bangunan toko.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS