Warga Ungkap Awal Mula Pasir Beracun Masuk Rusun Marunda

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Selasa, 08 Januari 2019 | 10:32 WIB
Warga Ungkap Awal Mula Pasir Beracun Masuk Rusun Marunda
Ada tiga titik tumpukkan pasir beracun di Rusun Marunda. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Tumpukkan pasir misterius yang belakangan diduga mengandung limbah racun menggegerkan warga di kawasan rumah susun atau Rusun Marunda, Jakarta Utara. Informasinya, pasir beracun itu awalnya datang tengah malam diangkut menggunakan truk.

Ketua RW 07 Marunda, Janadidi (43) mengaku pasir beracun itu masuk ke wilayahnya sekitar bulan Desember 2018 pada dini hari. Sehingga warga awalnya tidak ada yang tahu jika tumpukkan pasir itu mengandung limbah beracun yang berbahaya.

"Ada oknum yang ngirim, masuknya juga tengah malem, sekitar jam dua sampai jam tiga subuh, kami tidak tahu tiba-tiba pagi sudah ada, andaikata dia laporan dengan saya, pasti saya larang," kata Janadidi kepada Suara.com, Selasa (8/1/2019).

Bahkan, kata dia, pasir tersebut masuk ke wilayah Rusun Marunda diangkut menggunakan lima sampai enam truk.

"Kemarin ada lima atau enam truk, kurang tahu pastinya saya," kata dia.

Diketahui, tumpukan pasir beracun itu tersebar di tiga titik di Rusun Marunda. Di antaranya di cluster B, depan Sekolah Dasar Negeri 02 Pagi dan di tikungan dekat gapura Rumah Si Pitung.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menduga pasir beracun yang ditemukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara berasal dari industri penghasil minyak. Indikasi awal pasir beracun itu merupakan limbah Spent Bleaching Earth (SBE).

Menurut Janadidi, pemesan pasir beracun ini adalah warga rusun Marunda untuk keperluan menguruk tanah dan membangun kios, tapi warga tersebut tidak tahu kalau pasir tersebut mengandung racun.

"Dia mau menguruk lahan dengan bugdet murah, tapi ternyata pasir ini berbahaya, dia mau buat kios, kan kalau uruk pakai puing mahal sekitar Rp 700 ribu, ini kan cuma Rp 200-250 ribu," terang Janadidi.

baca juga

Sebelumnya, Pemprov DKI menindaklanjuti laporan dari warga mengenai keberadaan gundukan pasir limbah di kawasan Marunda. Gundukan pasir beracun itu sering digunakan oleh warga untuk dijadikan urukan guna membangun rumah atau bangunan toko.

Rencananya, Selasa (8/1/2019) hari ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan menghadiri rapat bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna membahas kelanjutan hasil temuan pasir beracun di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penampakan Pasir Beracun di Rusun Marunda

Ini Penampakan Pasir Beracun di Rusun Marunda

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 10:04 WIB

Kurang SDM, DKI Kewalahan Awasi Perusahaan Penghasil Limbah Beracun

Kurang SDM, DKI Kewalahan Awasi Perusahaan Penghasil Limbah Beracun

News | Senin, 07 Januari 2019 | 20:34 WIB

Pasir Beracun Rusun Marunda, Pengusaha DKI Dipastikan Rutin Lapor Limbah

Pasir Beracun Rusun Marunda, Pengusaha DKI Dipastikan Rutin Lapor Limbah

News | Senin, 07 Januari 2019 | 20:12 WIB

Pasir Beracun Rusun Marunda Diduga dari Sisa Industri Minyak

Pasir Beracun Rusun Marunda Diduga dari Sisa Industri Minyak

News | Senin, 07 Januari 2019 | 20:10 WIB

Geger Pasir Beracun di Rusun Marunda, Besok Pemprov DKI Bertemu KLHK

Geger Pasir Beracun di Rusun Marunda, Besok Pemprov DKI Bertemu KLHK

News | Senin, 07 Januari 2019 | 18:47 WIB

Terkini

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×