Sumarsih 'Kamisan': Debat Capres - Cawapres Bahas HAM Tak Berguna

Pebriansyah Ariefana, Stephanus Aranditio

Rabu, 16 Januari 2019 | 13:48 WIB
Sumarsih 'Kamisan': Debat Capres - Cawapres Bahas HAM Tak Berguna
Sumarsih. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Inisiator Aksi Kamisan, Maria Katarina Sumarsih (66) menilai tak berguna debat calon presiden dan wakil presiden atau debat capres -cawapres babak pertama yang akan membahas tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi dan Terorisme. Alasannya penuntasan kasus HAM sejak reformasi sampai era Joko Widodo atau Jokowi tidak tuntas-tuntas.

Ibu dari Bernardus Realino Norma Irmawan (Wawan), mahasiswa Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya Jakarta yang tertembak dalam demonstrasi 1998 menilai debat capres tidak akan menyelesaikan permasalahan HAM.

"Sebenarnya debat itu tidak ada maknanya, diperdebatkan atau tidak selama tidak ada kemauan untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat tidak akan ada maknanya," kata Sumarsih di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

Sumarsih semakin pesimistis saat melihat keputusan dalam peraturan debat yang telah disepakati tidak boleh membahas isu personal soal HAM, ia melihat hal ini sebagai bukti permasalahan HAM di masa lalu tidak dihormati.

"Ini bukti negara kita semakin tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan, bagi saya walau rakyat Indonesia berkecukupan sandang pangan dan papan kalau jiwanya terancam ya tidak ada artinya," jelas Sumarsih.

Sumarsih yang menyatakan diri untuk tidak memilih saat hari pencoblosan pemilu presiden 17 April mendatang itu berharap kepada Presiden yang terpilih nanti harus menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

"Kalau Jokowi dan Prabowo memang seorang negarawan dan KPU sebagai penyelenggara ingin menjaga NKRI, mestinya kasus-kasus pelanggaran HAM berat ini diselesaikan, kalau nanti yang menang tidak menyelesaikan mereka bisa dipertanyakan kesetiaannya terhadap undang-undang dasar 1945," tutup Sumarsih.

Aksi diam hitam Kamisan sendiri sudah terbentuk selama 12 tahun sejak 18 Januari 2007, anggotanya terdiri dari korban dan keluarga korban tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Talangsari, Tanjung Priok, dan Tragedi 1965.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Siap Bantu KPU Menyusun Materi Debat Tema Korupsi

KPK Siap Bantu KPU Menyusun Materi Debat Tema Korupsi

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 18:53 WIB

Prabowo Selalu Diserang Isu Penculikan dan HAM Setiap 5 Tahun

Prabowo Selalu Diserang Isu Penculikan dan HAM Setiap 5 Tahun

News | Selasa, 01 Januari 2019 | 06:01 WIB

Ketua Timses Prabowo Memilih Melanggar HAM daripada Negara Runtuh

Ketua Timses Prabowo Memilih Melanggar HAM daripada Negara Runtuh

News | Jum'at, 28 Desember 2018 | 04:50 WIB

Sandiaga Janji Siap Tampung Isu HAM Dalam Visi Misi

Sandiaga Janji Siap Tampung Isu HAM Dalam Visi Misi

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 08:49 WIB

Sibuk, Jokowi Batal Menerima 8 Rekomendasi Komnas HAM

Sibuk, Jokowi Batal Menerima 8 Rekomendasi Komnas HAM

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 17:54 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×