Bocah Bunuh Bos Kripik Pisang Pakai Cangkul, Darah Bercucuran di Kasur

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 29 Januari 2019 | 13:55 WIB
Bocah Bunuh Bos Kripik Pisang Pakai Cangkul, Darah Bercucuran di Kasur
Ilustrasi mayat korban pembunuhan. [dok.polisi]

Suara.com - Seorang pelajar berinisial AG membunuh bos kripik pisang dengan sadis. Bos kripik pisang Aryanto (44) tewas dengan kepala pecah karena dihantam cangkul.

Kini pelajar AG sudah ditangkap Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Bos kripik pisang Aryanto merupakan warga Desa Malikin, Kabupaten Mempawah.

"Tersangka kami tangkap dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah Salon Mika, Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya," kata Kasubdit III, Ditreskrimum Polda Kalbar, AKBP Fauzan Sukmawansyah di Pontianak, Selasa (29/1/2019).

Pelajar AG merupakan warga Jalan Harapan Setia, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui sudah lama berniat untuk menghabisi korbannya. Saat ini tersangka bersama barang bukti milik korban sudah diamankan di Mapolda Kalbar untuk proses lebih lanjut," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait motif pelajar AG dalam membunuh boskripik pisang tersebut. Karena niat tersangka untuk membunuh korban sudah lama dipendam dan langsung dilaksanakan begitu ada kesempatan.

"Selain itu, kami juga terus mengembangkan kasus tersebut, apakah ada pelaku lain dalam kasus pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Mempawah tersebut," katanya.

Sebelumnya, bos kripik pisang itu sehari - hari dikenal sebagai pengusaha kripik. Namun Senin (28/1/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, ditemukan dalam keadaan meninggal, bersimbah darah di atas tempat tidur dengan posisi wajah tertutup bantal.

Bos kripik pisang pertama kali ditemukan oleh Ramilah yang curiga dengan kondisi rumah bos kripik pisang, karena lampu teras rumahnya masih menyala. Ramilah kemudian memberanikan membuka grasi dan mengintip dari pintu kamar korban sehingga terlihat korban tergeletak di tempat tidurnya.

"Kemudian dua orang saksi lainnya, masuk melalui pintu garasi yang tidak terkunci. Saksi itu melihat korban sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah di atas tempat tidur," katanya.

Dugaan kuat bos kripik pisang meninggal akibat hantaman cangkul di bagian kanan kepalanya.

"Saat ini barang bukti berupa cangkul, pakaian dan sepeda motor korban yang sempat dilarikan tersangka sudah diamankan di Mako Polda Kalbar," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ernawati Membusuk di Kolong Ranjang Sudah 5 Hari Tewas

Ernawati Membusuk di Kolong Ranjang Sudah 5 Hari Tewas

News | Selasa, 29 Januari 2019 | 11:46 WIB

Tewas Membusuk di Bawah Ranjang, Ernawati Rajin Mengaji dan Salat

Tewas Membusuk di Bawah Ranjang, Ernawati Rajin Mengaji dan Salat

News | Senin, 28 Januari 2019 | 19:01 WIB

Ernawati Ditemukan Tewas Membusuk di Bawah Ranjang Tempat Tidur

Ernawati Ditemukan Tewas Membusuk di Bawah Ranjang Tempat Tidur

News | Senin, 28 Januari 2019 | 17:27 WIB

Wanita Tewas di Kamar Eks Lokalisasi, Habis Melahirkan Ditinggal Pacar

Wanita Tewas di Kamar Eks Lokalisasi, Habis Melahirkan Ditinggal Pacar

News | Sabtu, 26 Januari 2019 | 15:56 WIB

Yogo dan Lia Tewas Nekat Terobos Perlintasan Kereta Pangadegan

Yogo dan Lia Tewas Nekat Terobos Perlintasan Kereta Pangadegan

News | Jum'at, 25 Januari 2019 | 12:33 WIB

Terkini

Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:09 WIB

Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi

Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:05 WIB

Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!

Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:58 WIB

Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional

Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:57 WIB

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:41 WIB

Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil

Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:37 WIB

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!

Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang

Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim

PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:16 WIB