Klenteng Sam Poo Kong Bakal Dilengkapi Masjid, Toleransi Warisan Cheng Ho

Reza Gunadha

Selasa, 05 Februari 2019 | 16:58 WIB
Klenteng Sam Poo Kong Bakal Dilengkapi Masjid, Toleransi Warisan Cheng Ho
Klenteng Sam Poo Kong di Semarang, Jawa Tengah, saat perayaan Imlek 2019, Selasa (5/2/2019). [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Klenteng Sam Poo Kong tak pernah sepi, apalagi saat perayaan Tahun Baru Imlek tiba. Bukan hanya para penganut Tridharma (Taoisme, Buddhisme dan Konfusianisme) yang datang untuk berziarah, tapi warga Muslim juga turut menjejali kawasan di lahan seluas 3,5 hektare tersebut.

Bukan tanpa sebab banyak warga muslim yang datang. Sebab, Klenteng Sam Poo Kong awalnya didirikan oleh Laksamana Cheng Ho, seorang muslim asal Tiongkok yang mengarungi lautan hingga ke Nusantara.

Rombongan laksamana yang termasyhur tersebut tiba di Laut Jawa tahun 1416 karena juru mudi kapal, Ong Keng Hong, sakit keras. Mereka lantas singgah ke daratan terdekat kala itu, yakni Bukit Simongan Semarang.

Menurut sejarahwan Tionghoa Jongkie Tyo, Laksamana Cheng Ho sempat merawat Ong Keng Hong bersama awak kapal lainnya. Namun, Cheng Ho terpaksa meninggalkan Ong Keng Hong karena harus melanjutkan perjalanan.

"Ong Keng Hong bersama anak buah kapal lainnya menetap dan berbaur bersama masyarakat di Bukit Simongan," kata Jongkie, Selasa (5/2/2019).

Dari situ, Ong Keng Hong yang muslim menyebarkan agama Islam. Mereka juga selalu menceritakan sosok Cheng Ho yang berani serta bijaksana.

"Cerita kebesaran Cheng Ho memukau masyarakat, maka mereka membuat simbol penghormatan di salah satu gua yang disebut Gedung Batu," tutur Jongkie.

Nama Gedung Batu melekat pada daerah Simongan tersebut. Berjalannya waktu, gua itu lalu berubah menjadi Klenteng Sam Poo Kong sampai saat ini.

Walau menjadi tempat ibadah umat Tridharma, banyak umat Islam dan Kejawen yang masih sering datang untuk melakukan ziarah ke makam Ong Keng Hong.

baca juga
Klenteng Sam Poo Kong di Semarang, Jawa Tengah, saat perayaan Imlek 2019, Selasa (5/2/2019). [Suara.com/Adam Iyasa]
Klenteng Sam Poo Kong di Semarang, Jawa Tengah, saat perayaan Imlek 2019, Selasa (5/2/2019). [Suara.com/Adam Iyasa]

Jongkie menceritakan, sempat terjadi pergolakan saat gua kecil itu dikuasai oleh seorang taipan kaya keturunan Yahudi, bernama Johanes.

Sebab, banyak keturunan Tionghoa dan pribumi tak bisa leluasa beribadah karena dibatasi dan diminta membayar untuk masuk.

Lalu, seorang taipan kaya Tionghoa bernama Oei Tjie Sien berusaha menyelamatkan situasi dengan membeli lahan tersebut pada tahun 1930-an.

Oei Tjie Sien, merupakan ayah dari Oei Tiong Ham, seorang Raja Gula Semarang yang sejarahnya menguasai pasar Asia dan Eropa pada zamannya.

Hingga kekinian, sejak klenteng dikuasai Oei Tjie Sien, dan mengalami berkali-kali renovasi, dia tidak pernah menghapus sejarah Cheng Ho dan awak kapalnya sebagai penjelajah muslim yang pertama membangun klenteng.

Kini, di tengah kawasan klenteng berdiri patung Laksamana Cheng Ho, di kelilingi bangunan klenteng dan pendopo. Banyak masyarakat bermacam etnis berbaur bersama untuk berwisata sejarah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ulah Teror Pembakar Kendaraan, Kakek Sutrisno Kini Pasrah Tak Bisa Nge-Grab

Ulah Teror Pembakar Kendaraan, Kakek Sutrisno Kini Pasrah Tak Bisa Nge-Grab

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 06:00 WIB

Sulit Tangkap Pembakar Kendaraan, Kapolda Jateng Minta Setiap RT Beli CCTV

Sulit Tangkap Pembakar Kendaraan, Kapolda Jateng Minta Setiap RT Beli CCTV

News | Senin, 04 Februari 2019 | 23:14 WIB

Kepergok Anak Kos, Terduga Pelaku Gagal Bakar Mobil Margaretha

Kepergok Anak Kos, Terduga Pelaku Gagal Bakar Mobil Margaretha

News | Senin, 04 Februari 2019 | 20:16 WIB

5 Fakta Terungkap di Balik Teror Bakar Mobil dan Motor Semarang

5 Fakta Terungkap di Balik Teror Bakar Mobil dan Motor Semarang

News | Senin, 04 Februari 2019 | 13:40 WIB

Terkini

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB