Soal Propaganda Rusia, Politisi PAN Luruskan Pernyataan Jokowi

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 06 Februari 2019 | 12:58 WIB
Soal Propaganda Rusia, Politisi PAN Luruskan Pernyataan Jokowi
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menilai tuduhan Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bukan mengarah kepada penggunaan konsultan Rusia. Namun metode kampanyenya yang serupa dengan propaganda Rusia yang dimaksud Jokowi.

Bara mengatakan, maksud Jokowi itu ialah adanya kampanye yang serupa dengan gaya kampanye Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Pilpres Amerika 2016 silam. Gaya kampanyenya itu disebut propaganda Rusia dengan menggunakan serangan siber atau cyber attack.

"Bahwa ada semacam gaya propaganda Rusia ketika Amerika pilpres, lalu yang juga terjadi di Indonesia," kata Bara di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Rabu (6/2/2019).

"Kalau propaganda Rusia di Amerika keterangan dari intelegen CIA, FBI maupun seperti BIN-nya Amerika itu kongres, ada semacam cyber attack, ada semacam serangan cyber yang dilakukan Rusia," sambung dia.

Bara kemudian menyebut jika ucapan Jokowi tersebut memang sangat mendasar apabila melihat fenomena Pilpres Amerika Serikat 2016.

Justru Bara melihat fenomena tersebut seharusnya menjadi satu peringatan bagi masyarakat Indonesia. Karena Propaganda Rusia bisa saja dijalani pada saat kampanye Pilpres 2019 dengan cara menyebarkan hoaks.

"Memang kita liat hoaks juga terjadi di sosmed akhir-akhir ini selama kampanye presiden ini," ujarnya.

"Ini tidak dilakukan oleh Presiden Jokowi, tapi Presiden Jokowi mengatakan bahwa propaganda ala Rusia itu bisa terjadi di Indonesia," katanya lagi.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi kembali menyindir soal propaganda Rusia yang tengah dipraktekkan dalam Pilpres 2019. Ia menyebut ada tim sukses yang tengah menjalani propaganda tersebut.

baca juga

Propaganda Rusia sendiri merupakan teori propaganda dengan cara menyebarkan kebohongan sebanyak-banyaknya sehingga membuat masyarakat menjadi ragu menentukan pilihan.

"Problemnya, ada tim sukses yang menyiapkan sebuah propaganda Rusia. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan fitnah. Setiap saat selalu mengeluarkan semburan dusta dan hoaks,” kata Jokowi saat bertemu dengan ribuan pendukungnya di pelataran Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambil Tertawa, Fahri Hamzah: Mungkin Jokowi Nikmati Elektabilitasnya Jatuh

Sambil Tertawa, Fahri Hamzah: Mungkin Jokowi Nikmati Elektabilitasnya Jatuh

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:55 WIB

Fahri Hamzah Sebut Ahmad Dhani Dipenjara Gerus Elektabilitas Jokowi

Fahri Hamzah Sebut Ahmad Dhani Dipenjara Gerus Elektabilitas Jokowi

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:47 WIB

Soal Propaganda Rusia, Hasto: Prabowo Pakai Konsultan Asing di Pilpres 2009

Soal Propaganda Rusia, Hasto: Prabowo Pakai Konsultan Asing di Pilpres 2009

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:25 WIB

Klaim Selau Difitnah, Tim Jokowi Klaim Selalu Pakai Kampanye Data dan Fakta

Klaim Selau Difitnah, Tim Jokowi Klaim Selalu Pakai Kampanye Data dan Fakta

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:09 WIB

Bukan Rusia, Teori Propaganda Dimaksud Jokowi Artikel Reins Corporation

Bukan Rusia, Teori Propaganda Dimaksud Jokowi Artikel Reins Corporation

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 04:55 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB