Siswi Hamil Dibunuh Pakai Tali Pramuka, Mayatnya Dibuang Pacar ke Sungai

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 08 Februari 2019 | 15:53 WIB
Siswi Hamil Dibunuh Pakai Tali Pramuka, Mayatnya Dibuang Pacar ke Sungai
Warga Kota Medan, Sumataera Utara, dihebohkan oleh penemuan mayat misterius berjenis kelamin perempuan mengambang di aliran Sungai Denai, tepatnya di Gang Seroja, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kamis (18/10/2018) sore. [Meadnheadlines]

Suara.com - Polisi telah menetapkan remaja berinisial MR (16) sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap RD, (18) siswi yang tewas mengambang di sungai dalam kondisi hamil. Ternyata korban yang dibunuh MR tak lain adalah kekasihnya sendiri. Aksi pembunuhan itu dipicu lantaran MR diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sampai kekasihnya itu berbadan dua.

Kasat Reskrim Polres Tabalong Iptu Matnur menjelaskan jika pembunuhan itu terjadi ketika korban mendatangi rumah tersangka pada Sabtu (2/2/2019). Saat menjelaskan kondisinya telah hamil 8 bulan, MR malah naik pitam sehingga terlibat baku hantam dengan korban.

Lantaran kalah tenaga, akhirnya gadis belia itu tersungkur ke tempat tidur setelah mendapatkan bolgem mentah dari sang pacar. Ketika melihat korban tak berdaya, muncul niatan MR menghabisi RD.

Akhirnya, tersangka mengambil tali pramuka untuk dililitkan di leher korban.

"Melihat korban tertelungkup timbul niat pelaku menghabisi dengan menjerat menggunakan tali pramuka yang ada di kamar pelaku,” kata Matnur seperti dikutip Kanalkalimantan.com--jaringan Suara.com, Rabu (6/2/2019).

Lantaran terlihat masih bernapas, siswa SMK itu kemudian mencekik korban hingga tewas.

"Dijerat dengan tali pramuka ternyata tidak mematikan korban, akhirnya pelaku pun mencekik korban hingga meninggal dunia," kata dia.

Ironisnya, jasad sang pacar yang sedang hamil itu diseret MR ke tepi sungai di belakang rumahnya untuk dihanyutkan. Kasus ini terungkap setelah mayat RD ditemukan mengambang di Sungai Tabalong di Desa Pudak Setegal, Kecamatan Kelua, Kalimantan Selatan, Minggu (3/2/2019).

Dari hasil pemeriksaan tim forensik, penyebab korban meninggal dunia karena dicekik.

baca juga

"Ini sangat memprihatikan, pelakunya masih di bawah umur, kami akan perlakukan sesuai dengan UU perlindungan anak," katanya.

Atas perbuatannya itu, MR dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

“Kami menghimbau kepada seluruh warga Tabalong khususnya orang tua agar lebih peka terhadap gerak gerik dan perilaku anak-anaknya, senantiasa mengawasi serta memberikan bekal agama yang cukup, agar anak-anak kita tidak tergelincir melakukan hal-hal yang melanggar norma susila maupun norma hukum," tandasnya.

Sumber: Kanalkalimantan.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bopong Mayat Selingkuhan Istri ke Polsek, Joni: Mereka Berhubungan Badan!

Bopong Mayat Selingkuhan Istri ke Polsek, Joni: Mereka Berhubungan Badan!

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 23:37 WIB

Sadis, Komplotan Gangs 69 Unggah Foto Korban yang Dibacok di Medsos

Sadis, Komplotan Gangs 69 Unggah Foto Korban yang Dibacok di Medsos

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 22:40 WIB

Kubu Prabowo Sebut Kelompok yang Ingin Laporkan Jokowi Karena Terganggu

Kubu Prabowo Sebut Kelompok yang Ingin Laporkan Jokowi Karena Terganggu

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 16:52 WIB

Ditikam sampai Mayatnya Dibopong, Kronologi Joni Bunuh Selingkuhan Istri

Ditikam sampai Mayatnya Dibopong, Kronologi Joni Bunuh Selingkuhan Istri

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 16:16 WIB

Berselingkuh, Mayat yang Dibopong Joni ke Polsek Ternyata Rekannya

Berselingkuh, Mayat yang Dibopong Joni ke Polsek Ternyata Rekannya

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 15:35 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×