Idap Kanker Stadium Akhir, Jo Bisa Bertahan dan Hamil 8 Tahun Kemudian

Vika Widiastuti | Suara.com

Jum'at, 08 Februari 2019 | 15:48 WIB
Idap Kanker Stadium Akhir, Jo Bisa Bertahan dan Hamil 8 Tahun Kemudian
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Divonis hidupnya tidak akan lama lagi. Jo Kelly sadar, pernikahan dengan sang kekasih adalah hal terindah yang mungkin akan dia dapatkan. Dia dan pasangannya, Pete Ames telah menjalin hubungan selama enam bulan sebelum keduanya kemudian yakin untuk menikah.

Dilansir HiMedik.com dari Mirror, Jumat (8/2/2019), dokter mengatakan, mereka telah kehabisan cara untuk mengobati kanker yang telah menggerogoti Jo selama tiga tahun. Jo mungkin tak akan bertahan dalam beberapa bulan.

"Saya diberi tahu bahwa saya tidak memiliki pilihan perawatan. Yang bisa ditawarkan dokter hanyalah perawatan paliatif," kata Jo.

"Saya meminta mereka untuk melakukan perawatan lain hingga saya bisa lebih bertahan. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan melewati Natal. Itu sangat membuat saya hancur. Saya tidak akan mencapai peringatan satu tahun dengan Pete," lanjutnya.

Beberapa minggu kemudian pasangan itu mengecat kamarnya. Pete menangis. "Dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak ingin saya meninggalkan dunia ini bukan menjadi istrinya," tuturnya.

Vonis menyakitkan itu membuat pasangan tersebut merencanakan hari besar mereka dalam delapan minggu dan melalui upacara pernikahan yang emosional dikelilingi oleh keluarga.

Terhadap peluang hidupnya yang hampir tidak mungkin, Jo berhasil mengalahkan kanker terminalnya setelah dokter berjuang untuk obat perintis yang membuat dia bertahan hidup, yaitu transplantasi stem cell.

Badan amal kanker darah, Anthony Nolan menemukan, satu-satunya donor di dunia yang memiliki kecocokan genetik.

Kini Jo dan Pete, yang berhasil sembuh dari kanker testis sebelum mereka bertemu, akan menyambut kelahiran bayi mereka akhir bulan ini.

"Kami sangat beruntung bisa merencanakan masa depan yang tidak pernah kami pikirkan sebelumnya. Saya menulis surat terima kasih kepada donor saya. Yang saya tahu adalah dia berusia 23 tahun dan saya pikir dia memiliki rambut hitam. Setiap kali saya membaca surat itu saya menangis," katanya.

"Kami akan menulis ketika putri kami lahir. Kami berutang segalanya padanya, saya tidak akan berada di sini tanpanya," imbuhnya.

Jo dari Lichfield yang bekerja sebagai staf di Dewan Seni sebelumnya didiagnosis menderita limfoma Hodgkin pada usia 22 tahun setelah benjolan besar di lehernya. Karena penyakitnya, Jo memutuskan keluar dari pekerjaannya dan fokus terhadap perawatannya.

Namun, penyakitnya semakin parah dalam tiga tahun. Padahal dia sudah mencoba semua perawatan, tetapi tak berhasil. Sebaliknya kanker justru menyebar ke paru-paru dan tulangnya.

Beberapa hari sebelum pernikahannya, pihak Christie Cancer Hospital di Manchester memberi tahu bahwa dokternya telah memberi izin untuk memberinya obat baru Brentuximab Vedotin atas dasar kasih sayang. Obat itu menghentikan kanker dengan sangat baik.

NHS kemudian setuju mendanainya  untuk menjalani remisi dan transplantasi stem cell yang menyelamatkan jiwanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita yang Jadi Apoteker Gadungan Telah Bekerja 10 Tahun, Warga Resah

Wanita yang Jadi Apoteker Gadungan Telah Bekerja 10 Tahun, Warga Resah

Health | Kamis, 07 Februari 2019 | 08:11 WIB

Seberapa Besar Peluang Deteksi Dini untuk Pencegahan Kanker?

Seberapa Besar Peluang Deteksi Dini untuk Pencegahan Kanker?

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 16:15 WIB

Hari Kanker Sedunia 2019, Ingat Lagi Yuk Cara Deteksi Dini Kanker

Hari Kanker Sedunia 2019, Ingat Lagi Yuk Cara Deteksi Dini Kanker

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 15:10 WIB

Tren Penderita Kanker Bergeser Ke Usia Muda, Kenapa?

Tren Penderita Kanker Bergeser Ke Usia Muda, Kenapa?

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 13:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB