Ahok Ditolak JK, Romy: Isu Akan Menggerus Elektabilitas Jokowi Berlebihan

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (kanan) menunjukkan KTA kader PDIP miliknya saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019). Kunjungan BTP tersebut serangkaian liburannya di Bali. [Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo/ama]
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (kanan) menunjukkan KTA kader PDIP miliknya saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019). Kunjungan BTP tersebut serangkaian liburannya di Bali. [Antara Foto/Nyoman Hendra Wibowo/ama]

Rohmahurmuziy mengatakan hingga saat ini Ahok belum pernah menyampaikan niatnya untuk bergabung di tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf.

Suara.com - Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Rohmahurmuziy mengatakan hingga saat ini Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok belum pernah menyampaikan niatnya untuk bergabung di tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf di Pemilu 2019.

"Saya kira sampai saat ini Pak Ahok juga tidak menyampaikan minatnya untuk masuk ke tim kampanye," ujar Rohmahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Politikus yang akrab disapa Romy ini menilai anggapa sejumlah pihak yang menilai adanya anggapan jika Ahok masuk kedalam tim kampanye akan menggerus elektabilitas Jokowi itu berlebihan.

Sehingga Romy menilai pernyataan Ketua Dewan Pengarah Jokowi - Ma'ruf, Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan agar Ahok tidak dimasukan ke tim kampanye itu bukan karena kekhawatiran akan menggerus elektabilitas. Melainkan, kata Romy, pribadi Ahok sendiri sejauh ini memang tidak pernah menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari tim kampanye

"Jadi Pak JK menyampaikan kesimpulan demikian ya memang (Ahok) tidak juga berkeinginan masuk," ucap Romy.

Ketua Umum PPP itu menegaskan, hingga saat ini belum sempat terpikirkan akan memasukkan Ahok ke dalam tim kampanye Jokowi - Ma'ruf Amin. Namun Romy menampik jika hal itu karena kekhawatiran akan menggerus elektabilitas Jokowi.

"Kalau kekhwatiran menggerus saya kira terlalu berlebih-lebihan. Tapi yang pasti bahwa yang kami dengar informasi dari keluarga Pak Ahok sendiri memang akan disibukan dengan agenda-agenda pribadi. Bahkan, informasinya mau keluar negeri sampai bukan April nanti," ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi - Maruf Amin Jusuf Kalla menyarankan TKN tidak memasukkan Ahok jadi bagian dari tim sukses Jokowi - Maruf. Sebab jika mantan terpidana kasus penistaan agama itu masuk timses, maka elektablitas Jokowi - Maruf Amin akan turun.

JK juga menilai kalau pun Ahok yang kini menjadi politis PDIP itu berkampanye untuk Jokowi - Maruf Amin, itu tidak akan memberikan pengaruh signifikan.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS