Danrem Suryakencana: Granat yang Bunuh 2 Anak dari Sisa Latihan TNI

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 15 Februari 2019 | 20:53 WIB
Danrem Suryakencana: Granat yang Bunuh 2 Anak dari Sisa Latihan TNI
Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakencana, Kolonel Infanteri Nofy Helmy Prasetya. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakencana, Kolonel Infanteri Nofy Helmy Prasetya menyebut, granat yang meledak dan menewaskan dua anak di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berkaliber 40 mm.

Granat yang menewaskan Muhammad Mubarok dan Muhammad Doni tersebut tertinggal oleh personel yang sebelumnya melakukan sesi latihan di area Lapangan Tembak Cibungbulang.

"Untuk fungsi jenis granat itu memang merupakan senjata kaliber berat 40 milimeter dengan jarak 50 sampai 250 meter. Amunisi untuk senjata SPG," kata Nofy, kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).

"Yang jelas granat yang ditemukan itu barang sisa latihan. Untuk standar operasional prosedur (SOP) latihan, pasca berlatih harus dilakukan sterilisasi dan penyisiran, mungkin itu terlewatkan," tambahnya.

Nofy pun mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal maupun luka atas peristiwa tersebut. Kekinian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Detasemen Peralatan (Denpal) dan kepolisian untuk penyelidikan kasus ini.

"Langkah-langkah dari Korem, mendatangin TKP dan koordinasi dengan pihak kepolisian, kemudian kami mengantar korban hingga proses pemakaman juga memberikan santunan terhadap korban. Kami juga imbau warga menemukan barang militer untuk menyerahkan ke aparat terkait, jangan dibawa pulang atau disimpan untuk itu tidak boleh," tutupnya.

Sebelumnya, tiga anak menjadi korban ledakan granat GLM di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis 14 Februari 2019 kemarin. Dua anak diantaranya bernama Muhammad Mubarok (10) dan Muhammad Doni meninggal dunia akibat ledakan itu.

Sementara, temannya Khoirul Islami (10) selamat dan masih dirawat di RSUD Leuwiliang. Granat tersebut diketahui diambil mereka dari area Lapangan Tembak milik TNI AD, kemudian dimainkan sehingga meledak.

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan Granat Bogor, Puslabfor Bareskrim Polri Olah TKP

Ledakan Granat Bogor, Puslabfor Bareskrim Polri Olah TKP

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 18:33 WIB

Pemkot Bogor Janji Kasih Santunan ke Anak Korban Ledakan Granat

Pemkot Bogor Janji Kasih Santunan ke Anak Korban Ledakan Granat

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 13:54 WIB

5 Fakta di Balik Ledakan Granat di Bogor, Ada 2 Anak Tewas

5 Fakta di Balik Ledakan Granat di Bogor, Ada 2 Anak Tewas

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 12:53 WIB

Granat Meledak di Kawasan Militer Tewaskan Anak, TNI: Warga Dilarang Masuk

Granat Meledak di Kawasan Militer Tewaskan Anak, TNI: Warga Dilarang Masuk

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 20:13 WIB

Sabu Oplosan di Bogor Lebih Berbahaya Dibanding yang Asli

Sabu Oplosan di Bogor Lebih Berbahaya Dibanding yang Asli

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 14:41 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB