Jelang Debat Pilpres, Dua Capres Diminta Bahas Strategi Masalah Pangan

Bangun Santoso, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 17 Februari 2019 | 15:36 WIB
Jelang Debat Pilpres, Dua Capres Diminta Bahas Strategi Masalah Pangan
Ketua KPU Arief Budiman bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Debat capres kedua bakal digelar Minggu (17/2/2019) malam nanti. Debat tersebut akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Selatan. Debat kali ini hanya akan dihadiri calon presiden saja, yakni Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Keduanya akan beradu membahas masalah energi, pangan, infrastruktur, dan lingkungan hidup.

Pengamat ekonomi dari Akses, Suroto menyoroti pembahasan soal pangan. Di mana ia meminta dalam sesi debat soal pangan nanti, kedua paslon bisa menyajikan berbagai strategi untuk mengatasi masalah pangan di Indonesia.

Pasalnya, masalah pangan di Indonesia harus diatasi. Hal tersebut lantaran sejak tahun 2013 Indonesia sudah masuk sebagai negara yang rawan pangan.

“Bukan karena kita suka bergantung sama impor ya, ini juga karena kuantitas produksi yang minim, lalu pemenuhan gizi itu juga jadi masalah selama ini yang belum terselesaikan," ujar Suroto saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, selama ini pemerintah belum serius mengatasi permasalahan pangan ini. Semua janji dan strategi yang ditawarkan selama ini belum diterapkan dan belum berdampak.

Oleh sebab itu, Suroto berharap kepada kedua paslon membawa isu pangan termasuk solusi masalah mafia kartel pangan.

"Masalah kartel pangan juga harus segera diatasi. Karena kartel pangan ini juga menjadi masalah besar di Indonesia. Maka dari itu, debat ini harus bisa menggambarkan sikap kedua pasangan calon terhadap nasib petani, nelayan, petambak, peternak yang selama ini selalu menjadi pihak yang dikorbankan dalam soal antagonisme harga ini. Jangan hanya saling adu argumen saja tapi tidak ada strategi nyata yang bisa diterapkan,” imbuh dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Prabowo: Jalan Tol yang Dibangun Jokowi Bikin Ban Cepat Meletus

Tim Prabowo: Jalan Tol yang Dibangun Jokowi Bikin Ban Cepat Meletus

News | Minggu, 17 Februari 2019 | 15:29 WIB

Debat Kedua Jokowi vs Prabowo dalam 6 Babak

Debat Kedua Jokowi vs Prabowo dalam 6 Babak

News | Minggu, 17 Februari 2019 | 15:21 WIB

Lokasi Debat Jokowi dan Prabowo Mulai Disterilkan Paspampres

Lokasi Debat Jokowi dan Prabowo Mulai Disterilkan Paspampres

News | Minggu, 17 Februari 2019 | 15:20 WIB

Bila Diperlukan, Jokowi akan Tampil Ofensif di Debat Capres Kedua

Bila Diperlukan, Jokowi akan Tampil Ofensif di Debat Capres Kedua

News | Minggu, 17 Februari 2019 | 14:02 WIB

3 Menteri Bidang Ekonomi Jokowi Akan Tonton Langsung Debat Pilpres Kedua

3 Menteri Bidang Ekonomi Jokowi Akan Tonton Langsung Debat Pilpres Kedua

Bisnis | Minggu, 17 Februari 2019 | 13:36 WIB

Terkini

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari

KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:31 WIB

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:22 WIB

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:09 WIB

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:59 WIB

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58 WIB

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:56 WIB